DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Sarino saat mengawasi area ladang miliknya, Jumat (9/1/2015). Sejak lima tahun lalu, serangan kera ekor panjang makin liar dan membuat warga semakin resah. (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Pertanian Gunungkidul, tepatnya di Desa Munggur mendapat 'serangan' dari monyet ekor panjang.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Monyet ekor panjang masih menjadi momok yang menakutkan bagi petani di Dusun Munggur, Desa Kenteng, Kecamatan Ponjong. Belasan hektare lahan pertanian tidak luput dari amukan kera-kera liar itu.
Guna mengantisipasi serangan, warga memasang jaring di pinggir lahan. Selain itu, warga juga terus menunggu lahan mereka supaya tidak diserbu ratusan ekor monyet. Salah seorang petani, Sarino mengatakan, serangan monyet tidak mengenal musim di pertanian Gunungkidul. Secara berkala gerombolan itu terus mendatangi kebun milik warga.
“Serangan terus terjadi dan semakin ganas sejak lima tahun yang lalu,” kata Sarino saat ditemui di kebunnya, Jumat (9/1/2015).
Menurut dia, keganasan monyet itu berdampak pada rusaknya belasan hektare lahan yang ditanam mulai dari jagung, kacang, hingga padi. Kerusakan terparah terjadi di ladang yang berada di atas, atau tepatnya yang berdekatan dengan tempat tinggal monyet-monyet itu.
“Kebanyakan kera tinggal di sekitar Gua Song Gilap. Banyak tanaman milik petani yang dirusak. Terkadang monyet juga sampai di sini, padahal jarak antara gua dengan lahan saya sekitar dua kilometer,” keluh pria yang akrab disapa Ari itu.
Hal senada juga diungkapkan Yudianto, sesama petani di Dusun Munggur. Guna menanggulangi serangan monyet itu, Pemerintah Kecamatan Ponjong sempat mengantisipasi dengan menyediakan buah-buahan. Hanya, teknik tersebut malah membuat monyet semakin liar dan ganas.
Untuk mengantisipasi lahan dari serangan kera banyak warga yang terus mengawasi area pertanian. Selain itu, di kanan kiri ladang dipasang jaring supaya monyet tidak bisa masuk untuk menjarah tanaman.
Yudianto menambahkan, serangan monyet tidak mengenal waktu. Hampir setiap hari gerombolan monyet mengusik dan merusak ladang milik warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Karhutla Gunung Bromo meluas hingga 176 hektare akibat angin kencang. Seluruh akses wisata TNBTS ditutup mulai 8 Agustus 2026.
Xabi Alonso memuji atmosfer suporter Chelsea di SUGBK setelah The Blues menang 3-0 atas AC Milan pada Indonesia Super Cup 2026.
Industri alas kaki tumbuh 11,3% pada kuartal II/2026. Aprisindo menilai ekspor, investasi, dan pasar domestik menopang kinerja.
Mario Suryo Aji terjatuh di Q2 Moto2 Inggris 2026 dan harus start dari posisi ke-18 setelah sebelumnya tampil kompetitif di sesi practice.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 9 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.