Wisata Gunungkidul Meledak PAD Tembus Rp26 Miliar
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Sarino saat mengawasi area ladang miliknya, Jumat (9/1/2015). Sejak lima tahun lalu, serangan kera ekor panjang makin liar dan membuat warga semakin resah. (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Pertanian Gunungkidul, tepatnya di Desa Munggur mendapat 'serangan' dari monyet ekor panjang.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Monyet ekor panjang masih menjadi momok yang menakutkan bagi petani di Dusun Munggur, Desa Kenteng, Kecamatan Ponjong. Belasan hektare lahan pertanian tidak luput dari amukan kera-kera liar itu.
Guna mengantisipasi serangan, warga memasang jaring di pinggir lahan. Selain itu, warga juga terus menunggu lahan mereka supaya tidak diserbu ratusan ekor monyet. Salah seorang petani, Sarino mengatakan, serangan monyet tidak mengenal musim di pertanian Gunungkidul. Secara berkala gerombolan itu terus mendatangi kebun milik warga.
“Serangan terus terjadi dan semakin ganas sejak lima tahun yang lalu,” kata Sarino saat ditemui di kebunnya, Jumat (9/1/2015).
Menurut dia, keganasan monyet itu berdampak pada rusaknya belasan hektare lahan yang ditanam mulai dari jagung, kacang, hingga padi. Kerusakan terparah terjadi di ladang yang berada di atas, atau tepatnya yang berdekatan dengan tempat tinggal monyet-monyet itu.
“Kebanyakan kera tinggal di sekitar Gua Song Gilap. Banyak tanaman milik petani yang dirusak. Terkadang monyet juga sampai di sini, padahal jarak antara gua dengan lahan saya sekitar dua kilometer,” keluh pria yang akrab disapa Ari itu.
Hal senada juga diungkapkan Yudianto, sesama petani di Dusun Munggur. Guna menanggulangi serangan monyet itu, Pemerintah Kecamatan Ponjong sempat mengantisipasi dengan menyediakan buah-buahan. Hanya, teknik tersebut malah membuat monyet semakin liar dan ganas.
Untuk mengantisipasi lahan dari serangan kera banyak warga yang terus mengawasi area pertanian. Selain itu, di kanan kiri ladang dipasang jaring supaya monyet tidak bisa masuk untuk menjarah tanaman.
Yudianto menambahkan, serangan monyet tidak mengenal waktu. Hampir setiap hari gerombolan monyet mengusik dan merusak ladang milik warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
PPIH Arab Saudi melarang jamaah haji Indonesia lempar jumrah pukul 10.00-14.00 WAS demi keselamatan di tengah cuaca panas dan kepadatan.
Empat anggota keluarga ditemukan tewas saat camping di Temanggung. Polisi menyelidiki dugaan keracunan makanan barbeque.
Rute penerbangan Jember-Surabaya kembali dibuka mulai 1 Juni 2026 untuk mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Tapal Kuda.
Relawan Katolik membantu pengamanan Salat Iduladha 1447 H di Bantul, Sleman, dan Kulonprogo sebagai simbol toleransi lintas iman di DIY.
Film Disclosure Day karya Spielberg dipuji sebagai yang terbaik dalam 20 tahun, tampilkan Emily Blunt memukau dan cerita UFO penuh misteri.