KEBAKARAN SLEMAN : Kebakaran Gudang Kayu di Gamping karena Kompor?

Sunartono
Sunartono Senin, 12 Januari 2015 01:20 WIB
KEBAKARAN SLEMAN : Kebakaran Gudang Kayu di Gamping karena Kompor?

SIMULASI KEBAKARAN. Seorang siswa memadamkan api menggunakan karung basah saat simulasi kebakaran di SMKN 1 Kudus, Jateng, Kamis (24). Simulasi yang digelar oleh Damkar Djarum merupakan edukasi Keselamatan Keamanan Kerja (K3) bagi pelajar. FOTO ANTARA/Andreas Fitri Atmoko/tom/12.

Kebakaran Sleman yang melanda sebuah gudang kayu di Dusun Bedog RT 06 RW 25, Trihanggo, Gamping, Sleman, Minggu (11/1/2015) petang diduga berasal dari kompor

Harianjogja.com, SLEMAN- Kebakaran http://www.harianjogja.com/baca/2015/01/11/kebakaran-sleman-gudang-kayu-terbakar-bayi-empat-bulan-selamat-567025" target="_blank">yang melanda sebuah gudang kayu di Dusun Bedog RT 06 RW 25, Trihanggo, Gamping, Sleman, Minggu (11/1/2015) petang diduga berasal dari kompor.

Salah satu karyawan di tempat itu, David menceritakan saat api membesar ia tengah tertidur. Ia merasakan hawa panas dan terbangun kemudian melihat dapur sudah ludes terbakar.

Kebakaran diduga karena kompor gas yang  meledak. Karena saat itu, Dwi tengah memasak air di dapur, kemudian ditinggal mandi.

"Ada dua motor juga di dalam yang terbakar. Dan anaknya mbak Dwi tapi bisa diselamatkan," ungkapnya, usai kejadian.

Ketua RT 06 Suhartiman menambahkan api diduga berasal dari dapur. Beruntung api tidak langsung mengarah ke bangunan di sisi selatan dapur yang juga sebagian besar terbuat dari kayu.

Seorang bayi, Nabann, yang masih berumur empat bulan berhasil diselamatkan. Dwi, pengelola toko tersebut menyelamatkan bayinya ketika dapur sudah ludes terbakar. Itu dilakukan dengan masih mengenakan handuk keluar dari kamar mandi.

"Kemudian memberitahu saya. Warga berusaha menyelamatkan apa yang ada di dalam ada dua mobil truk, itu kami dorong dalam posisi terkunci stang dengan memecah kacanya," ungkapnya.

Kapolsek Gamping Kompol Agus Zaenudin mengatakan dugaannya api berasal dari kompor. Kendati demikian pihaknya masih melakukan penyelidikan. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta karena baru saja mendapat pasokan kayu.

"Total kerugian dan penyebab pastinya masih dalam penyelidikan. Tapi ada informasi jika api berasal dari dapur," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online