PMI DIY Kirim 6 Personel Bantu Korban Gempa di NTT
PMI DIY mengirim enam personel ke Kabupaten Manggarai, NTT, untuk memberikan layanan kesehatan, dukungan psikososial, dan promosi kesehatan.
Harga kebutuhan pokok, utamanya daging dan telur ayam meningkat drastis. Kenaikan harga BBM yang terjadi akhir tahun lalu hingga harga jual pakan impor ikut menyumbang kenaikan harga.
Harianjogja.com, JOGJA- Harga daging ayam broiler saat ini dijual rata-rata Rp30.000 per kg hingga Rp31.000 per kg. Sementara untuk telur ayam buras harga menembus angka Rp21.000 per kg hingga Rp21.500 per kg. Apakah harga tersebut wajar?
Menurut Ketua Asosiasi Peternak Ayam Yogyakarta (Apayo) Hari Wibowo, kenaikan harga daging ayam saat ini tidak terlepas dari dampak kenaikan harga BBM. Akibatnya, biaya operasional ayam broiler hidup saat ini juga mengalami peningkatan.
“Di kandang saja, harga ayam broiler hidup saat ini antara Rp17.000 hingga Rp17.500 per ekor. Sebelumnya hanya Rp15.000 per ekor,” ujarnya kepada Harianjogja.com, Minggu (10/1/2015).
Hari mengkalkulasi biaya produksi daging ayam dari kandang hingga ke tangan konsumen. Menurut dia, harga ayam hidup di kandang saat ini Rp17.500 per ekor. Kemudian masuk ke broker ayam Rp26.000 per kg dengan rumus baku harga ayam hidup dikali 1,5 kg. (Rp17.500 X 1,5 kg).
“Kalau ditambah ongkos potong Rp2.000 per kg, maka harga ayam di tingkat pengecer dijual Rp29.000 per kg dan ke tangan konsumen sebesar Rp30.000 per kg,” terangnya.
Dengan perhitungan tersebut, Hari menjelaskan, harga daging ayam Rp30.000 per kg saat ini masih dinilai wajar. Namun, jika harga ayam lebih tinggi dari harga tersebut atau bahkan menyentuh Rp31.000 per kg maka hal itu dilakukan oleh pedagang sendiri.
“Kalau harga daging ayam naik, itu pedagangnya yang menaikkan karena kenaikan harga BBM,” jelasnya.
Hal yang sama juga terjadi pada Jadi harga saat ini masih terbilang wajar. Menurut Hari, harga telur ayam buras di kandang saat ini dijual Rp18.000 per kg atau mengalami kenaikan dari rata-rata Rp17.000 per kg. Kenaikan harga telur ayam tersebut terjadi sejak harga BBM dinaikkan. Rata-rata kenaikan harga telur sebanyak Rp300 perkg sejak November 2014.
“November 2014 harga telur di kandang Rp15.600 per kg. Kalau sekarang Rp18.00 per kg maka kenaikannya mencapai Rp2.400 perkg. Kalau harga telur saat ini dikandang memang sudah naik. Wajar kalau di tingkat pedagang juga naik. Kami hanya berharap, daya serap baik telur maupun daging ayam broiler terus meningkat,” ucapnya.
Ketua III Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY Arief Budi Santoso mengatakan, kenaikan harga daging dan telur ayam tidak terlepas dari kenaikan harga pakan. Apalagi, harga pakan masih import.
“Dalam kondisi saat ini, kalau bahan baku import mengalami kenaikan akibat harga dolar naik kemudian produksinya hanya dijual di dalam negeri, maka harga jual ke tingkat konsumen juga mengalami kenaikan,” terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMI DIY mengirim enam personel ke Kabupaten Manggarai, NTT, untuk memberikan layanan kesehatan, dukungan psikososial, dan promosi kesehatan.
Puluhan siswa di dua sekolah Temon mengalami mual dan muntah usai menyantap MBG. Dinkes Kulonprogo mengirim sampel makanan ke laboratorium.
Lebih dari 50% penghuni Rusunawa Jogja merupakan keluarga muda MBR. Tarif sewa mulai Rp215.000 per bulan.
FAO menyebut gangguan pelayaran Selat Hormuz memicu kelangkaan pupuk global, menaikkan harga energi dan mengancam produksi pangan.
Kejagung melelang 436.283,08 ton batu bara terkait perkara Samin Tan dengan nilai limit Rp178,8 miliar.
DPRD Kota Jogja mendorong penataan PKL Malioboro dilakukan holistik, termasuk meningkatkan kunjungan ke Teras Malioboro.