Penyebab Jalan Timoho Jogja Lebih Populer daripada Ipda Tut Harsono
Nama resmi Jalan Ipda Tut Harsono sudah berlaku, tetapi warga Jogja tetap akrab menyebutnya Jalan Timoho. Ini alasan di balik fenomenanya.
pembacokan, penusukan, pembunuhan
Kisah pembacok Sleman, Faqih Amrullah saat melakukan aksinya selalu ditemani rekannya, ERA yang masih di bawah umur. ERA sendiri mengaku selalu merasa ketakutan berada di dekat teman yang baru sebulan dikenalnya.
Harianjogja.com, SLEMAN-Teman pelaku pembacokan Faqih Amrullah, ERA terpaksa menuruti perintah Faqih untuk memboncengkan berkeliling mencari korban untuk dibacok. ERA tidak berani menolak karena takut diancam. Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri ketika Faqih membacok korban di jalanan. Ia tak berani berontak karena takut ikut menjadi korban.
"Saya kenal baru sebulan, saya takut sama dia, jadi ikut saja," kata ERA, Minggu (11/1/2015).
Uniknya, keesokan hari setelah membacok korban Faqih dan ERA datang ke TKP pembacokan yang dilakukannya di Candi Gebang. Bahkan ia turut melihat, saat polisi melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Bagi ERA saat itu ia merasa takut dan khawatir bahkan ingin melapor kejadian itu ke polisi. Tetapi tidak bagi Faqih, ia tidak memiliki pemikiran yang sama seperti ERA. Setelah melihat sebentar olah TKP keduanya pun pergi.
Pasca kejadian keduanya tetap memantau berita pembacokan melalui surat kabar. Faqih santai-santai saja. Tetapi ERA merasa ketakutan. Bahkan lebih dari sepekan ia tidak masuk sekolah karena takut. Keluar rumah juga takut. Tapi setiap kali ingin melaporkan tindakan itu, ia merasa takut dengan Faqih. Ya, Faqih dimungkinkan psikopat. Melakukan tindakan merugikan orang lain tanpa merasa bersalah. Bahkan kemudian melakukan pembacokan lagi hingga tertangkap polisi.
"Saya tidak pernah melakukan pembacokan. Kalau pedang itu memang milik saya tetapi untuk pajangan di rumah. Saat dibawa dia [Faqih], katanya hanya untuk jaga-jaga. Tapi selama perjalan kejadian itu [pembacokan]," kata ERA lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nama resmi Jalan Ipda Tut Harsono sudah berlaku, tetapi warga Jogja tetap akrab menyebutnya Jalan Timoho. Ini alasan di balik fenomenanya.
Pemerintah menyiapkan akses tol untuk Kawasan Industri Kendaraan Nasional di Subang guna mendukung manufaktur kendaraan listrik nasional.
BI dan pemerintah memperkuat GPIPS untuk mengendalikan inflasi pangan dan mengantisipasi dampak El Nino di berbagai wilayah Indonesia.
PGRI menyampaikan persoalan kekurangan guru di DIY hingga pengangkatan guru honorer saat audiensi dengan Wakil Gubernur DIY.
Bandara Husein Sastranegara kembali beroperasi mulai Agustus 2026 untuk melayani penerbangan domestik dan regional internasional.
BI mempertahankan BI Rate 5,75% pada Juli 2026. Airlangga berharap sektor riil dan pertumbuhan kredit tetap bergerak.