Baterai Seng-Yodium Bisa Ngecas 3 Menit, Tahan 60.000 Kali
Peneliti Australia mengembangkan baterai seng-yodium yang bisa terisi tiga menit dan mencapai 60.000 siklus pengisian.
Petugas PDSR Diskepenak Kulonprogo dan warga menyemprot disinfektan pada bungkusan bangkai burung puyuh yang akan diujikan ke laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVET). (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S.)
Unggas mati mendadak di Lendah diduga disebabkan virus H5N1 jenis baru. Adapun musim hujan menjadi salah satu faktor penyebab unggas rentan terinfeksi bakteri atau virus dan mengakibatkan.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Virus H5N1 yang menyerang unggas di Dusun Sedan, Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah diduga merupakan jenis virus baru. Balai Besar Veteriner (BBVet) akan lakukan uji lab dengan PCR.
Sebelumnya, uji sample yang dilakukan Participatory Diseases Surveillance Response (PDSR) dari Dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan (Diskepenak) Kulonprogo menggunakan rapid test. Namun, tes tersebut menunjukkan hasil negatif.
"Kami pakai metode uji yang sama. Nanti akan kami akan klasifikasi, apakah virusnya melenceng jauh atau tidak. Untuk mengetahui detail jenis virusnya kami akan lakukan uji sample dengan metode PCR [Polymerase Chain Reaction]," papar Patologis Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates DIY Waluyo Budi Priyono, Senin (12/1/2015).
Lebih lanjut dia mengungkapkan kasus unggas mati mendadak ini turut disebabkan musim hujan. Pada musim-musim seperti ini, unggas akan sangat rentan terinfeksi bakteri atau virus. Waluyo memprediksi, kondisi tersebut akan berlangsung paling tidak hingga bulan April.
Hal itu juga ditegaskan Kabid Kesehatan Hewan Diskepenak Kulonprogo Drajat Purbadi. Pada musim hujan, kondisi udara cenderung lembab. Kelembaban di sekitar lingkungan kandang pun juga meningkat.
"Kondisi tersebut dapat memicu berkembangnya virus dan penyakit untuk unggas. Apalagi burung puyuh, tingkat kerentanan terhadap penyakit sangat tinggi," jelas Drajat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peneliti Australia mengembangkan baterai seng-yodium yang bisa terisi tiga menit dan mencapai 60.000 siklus pengisian.
BNPT mencatat 620 anak usia 11-18 tahun terpapar paham kekerasan dan radikalisme melalui media sosial hingga 26 Agustus 2026.
SPBU Mlati membatasi pembelian Pertalite 5 liter untuk motor. Pertamina menyebut kebijakan itu membantu mengurangi antrean dan menjaga kuota.
AS memperingatkan ekonomi Iran bisa runtuh dalam hitungan minggu atau bulan akibat tekanan sanksi yang terus diperketat.
DPRD Bantul mendorong tambahan anggaran APBD Perubahan 2026 untuk mengantisipasi kekeringan dan karhutla selama kemarau.
Israel kembali menyerang Gaza pada 1 September 2026. Hamas mengecam serangan dan mendesak mediator menekan Israel mematuhi gencatan senjata.