Tertib Arsip Persempit Celah Penyimpangan Anggaran
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Investasi DIY, sejumlah investor termasuk Jatim Park tertarik mengembangkan usaha di sekitar JEC.
Harianjogja.com, JOGJA-Pemda DIY berencana membangun pusat bisnis di sekitar Jogja Expo Center (JEC) Banguntapan, Kabupaten Bantul. Pemda mengklaim sudah banyak investor yang akan mengembangkan usaha di lokasi tersebut, salah satunya adalah Jatim Park Grup.
Jatim Park merupakan wisata rekreasi dan edukasi yang cukup dikenal di Kota Batu, Malang, Jawa Timur. Jatim Park Grup berencana mengembangkan wahana wisata di kota-kota lain selain di Jawa Timur.
Manager Operasional Museum Angkut (Jatim Park Grup) yang juga perwakilan dari Jatim Park Titi S. Aryanto mengatakan, pihaknya tertarik dengan Jogja karena Jogja merupakan kota tujuan wisata dan kaya akan budaya. Keinginan tersebut diakui Titi semakin kuat setelah ada kunjungan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X ke Jatim Park pada 2010 lalu. Saat itu, diceritakan Titi, Sultan bersama dua putrinya merasa terkesan dengan konsep wisata edukasi yang digarap Jatim Park.
Salah satunya adalah konsep wisata yang mengangkat semua potensi yang ada di Jawa Timur. Berbagai kebudayaan jawa timur mulai dari bahasa, kesenian, arema, yang harus dilestarikan.
"Jadi budaya Jawa Timur terangkat," kata Titik saat dihubungi dari Jogja, Kamis (15/1/2015)
Konsep Jatim Park diakui Titi memang sebagai wahana wisata buatan yang memanfaatkan lahan kosong. Lahan kosong bisa dijadikan lahan permainan anak sebagai sarana bermain dan edukasi.
Pihaknya akan terus berupaya mengembangkan wisata di seluruh Indonesia. Jatim Park ingin agar warga Indonesia cukup berlibur di dalam negeri.
"Targetnya justru mendatangkan wisatawan mancanegara ke Indonesia," kata Titik.
Untuk di Jogja sendiri, Titik mengaku belum mengetahui kepastian antara pimpinan Jatim Park dan Pemda DIY. Ia yang ditugaskan untuk menindaklanjuti rencana pengembangan wisata di Jogja juga belum bisa menyampaikan wisata apa yang cocok untuk digarap di Jogja.
"Kepastiannya saja kan belum. Sampai saat ini belum ada kepastian saya tahu. Tapi belum tahu kalau ada perkembangan terakhir dari pimpinan Jatim Park. Nanti saya tanyakan dulu" Kata Titik.
Untuk diketahui, pengembangan pusat bisnis penyangga ekonomi Kabupaten Bantul di sekitar JEC itu seluas 15 hektare. Pemda DIY sudah mendesain kawasan tersebut untuk calon investor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.