Krisis Migran Ceuta, Penampungan Penuh dan 1.100 Anak Terlantar
Ceuta meminta pemerintah Spanyol memindahkan 1.100 anak migran tanpa pendamping setelah gelombang 72.000 migran membuat penampungan penuh.
Sejumlah tersangka kasus narkoba diamankan di Polres Sleman. Dalam setahun terakhir Polres Sleman menangkap sejumlah kurir narkoba yang biasa mengantar narkoba ke Lapas Narkotika Pakem Sleman. (JIBI/Harian Jogja/Sunartono)
Narkoba di Lapas, pegawai yang diketahui terlibat dalam peredaran akan mendapat sanksi tegas.
Harianjogja.com, SLEMAN - Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) DIY, Endang Sudirman menegaskan tidak ada toleransi bagi pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang mencoba membantu memasukkan narkoba ke dalamnya. Pernyataan itu disampaikan saat dimintai komentar terkait seringnya temuan narkoba di Lapas Narkotika II A Pakem Sleman.
Endang menjelaskan temuan barang yang diduga narkotika jenis sabu di dalam Lapas Narkotika IIA Pakem pada pekan lalu hingga kemarin belum diketahui pemiliknya. Barang itu ditemukan petugas tergeletak di ruang tunggu untuk penjenguk warga binaan di Lapas Narkotika. Ada dugaan narkoba itu sengaja dibawa masuk ke dalam Lapas melalui pintu. Tetapi lantaran takut digeledah petugas kemudian dibuang oleh yang membawa.
"Memang ada [temuan narkoba], kemungkinan ada pemiliknya, orang entah siapa itu yang memasukkan narkoba ke sana. Mungkin rupanya takut digeledah lalu dibuang itu. Sampai saat ini belum diketemukan siapa pemiliknya. Kami melakukan pendalaman," ungkapnya saat dihubungi Harianjogja.com melalui sambungan telepon, Minggu (18/1/2015).
Mengingat masih dilakukan pendalaman, pihaknya belum dapat berspekulasi dugaan pemilik barang haram itu. Jika ada dugaan dibawa pengunjung untuk diberikan kepada warga binaan, tentu langkah pembinaan dikedepankannya. Akantetapi jika ada dugaan pegawai turut serta memasukkan barang itu, maka sanksi tegas akan diberikan. Dalam berbagai kesempatan pihaknya sudah mewanti-wanti kepada pegawai maupun warga yang di dalam Lapas Narkotika untuk jangan coba-coba membawa atau memasukkan narkoba.
"Tapi yang penting kami beri penjelasan kepada mereka [warga binaan] maupun pegawai, bahwa tidak ada toleransi bagi mereka yang membawa barang seperti itu. Tidak ada toleransi apalagi kurir yang masuk ke dalam itu kan sudah pengkhianatan kalau pegawai. Kalau orang dalam [warga binaan] kami lakukan pembinaan, kalau pegawai [terlibat] tidak ada toleransi untuk narkoba," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ceuta meminta pemerintah Spanyol memindahkan 1.100 anak migran tanpa pendamping setelah gelombang 72.000 migran membuat penampungan penuh.
Jaecoo J5 EV mencatat penjualan 3.200 unit pada Juli 2026, naik 4,9% dan menjadi penjualan bulanan tertinggi sepanjang Januari-Juli 2026.
KAI Daop 6 Yogyakarta menangani 1.075 barang tertinggal senilai Rp1,16 miliar sepanjang semester I/2026, naik 69,03% dari tahun sebelumnya.
Basarnas menghentikan monitoring aktif KMP Mutiara Sentosa II setelah empat hari penyisiran. Sebanyak 238 korban dipastikan telah terdata dan dievakuasi.
Veda Ega Pratama finis kesembilan di Moto3 Inggris 2026 setelah start dari posisi ke-15 dan meraih tambahan 7 poin.
Van Gastel menyoroti fisik pemain PSIM Yogyakarta usai uji coba lawan UAD FC sebelum menghadapi tim-tim Super League.