Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Perawatan Alun-alun Wonosari (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Penataan Gunungkidul untuk pembangunan titik nol ditarget selesai pada akhir Maret 2015.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pembangunan titik nol di kawasan Alun-Alun Wonosari ditargetkan selesai pada triwulan pertama 2015. Pembangunan fisik rencananya mulai dilaksakan di awal Februari nanti, karena masih menunggu pencairan anggaran.
Kepala Kapedal Gunungkidul Irawan Jatmiko menjelaskan, pembangunan titik nol akan disertai dengan penataan kawasan alun-alun. Nantinya, para Pedagang Kaki Lima akan dipindahkan ke pusat kuliner yang berada di depan taman kota.
“Meksi demikian, kami hanya mengurusi tentang pembangunan taman di kawasan titik nol. Untuk program ini anggaran Rp360 juta sudah dipersiapkan,” kata Irawan kepada Harianjogja.com, Rabu (21/1/2015).
Sesuai perencanaan dalam detail engineering desain (DED) kawasan, pagar di alun-alun akan dibongkar dan disejajarkan dengan gapura pemkab. Sementara, pos polisi juga akan dipindah ke sisi barat atau ke sisi timur.
“Desainnya sudah dan tinggal tahap finalisasi saja. Saat ini juga tinggal menunggu pencairan anggaran pembangunan. Mudah-mudahan, awal Februari bisa dilaksanakan pembangunan,” ungkapnya.
Irawan menambahkan di wilayah nol kilometer akan dibangun taman yang dilengkapi dengan tempat duduk untuk pengunjung. Guna mempercantik kawasan, juga akan dipasang beberapa ornamen lampu hias.
“Selain itu kami juga berencana memasang videotron sebagai papan informasi potensi pariwisata di sini,” kata dia lagi.
Lebih jauh Irawan mengatakan, pembuatan kawasan titik nol seharusnya dibangung menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2014. Namun, dikarenakan pengesahan anggaran mengalami kemoloran, maka program tersebut dipindah ke APBD 2015.
“Kami terpaksa memindahnya, karena tidak mungkin dilaksanakan di 2014. Saat ini semua juga sudah clear, mudah-mudahan pembangunannya bisa selesai pada triwulan pertama tahun ini,” harap Irawan.
Sementara itu, Kepala DPPKAD Gunungkidul Supartono menargetkan pembangunan titik nol dan relokasi PKL alun-alun selesai di tahun ini. Pemkab juga sudah menyiapkan anggaran untuk mendukung program tersebut.
“Semua akan terintegrasi mulai dari titik nol, pusat kuliner hingga taman kota,” kata Supartono.
Dia menjelaskan, penataan kawasan ini selain mempercantik tata ruang Kota Wonosari, juga untuk mendukung perkembangan pariwisata di Gunungkidul yang saat ini menjadi sektor andalan pemkab.
“Kalau bisa lebih rapi, tentunya pengunjung bisa kerasan dan merasa nyaman saat berkunjung,” ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 29 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.