Chelsea Hajar AC Milan 3-0 di Indonesia Super Cup 2026
Chelsea menang 3-0 atas AC Milan di Indonesia Super Cup 2026. Joao Pedro mencetak dua gol, disusul gol Moises Caicedo.
Beberapa korban keracunan massal yang masih menjalani observasi di Rumah Sakit Panti Nugroho, Pakem, hingga Kamis (22/1/2015) siang. (JIBI/Harian Jogja/Rima Sekarani I.N.)
Keracunan makanan, korban terus bertambah. Semula hanya 70 orang, kemudian bertambah menjadi 107 orang. Terakhir, jumlah mencapai 149 orang.
Harianjogja.com, SLEMAN - Ratusan usaha katering di Sleman tidak memiliki Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi Jasaboga. Katering penyedia makanan karyawan perusahaan garmen yang menimbulkan keracunan termasuk belum memiliki sertifikat itu.
Sebelumnya ratusan karyawan PT Mataram Tunggal Garmen (MTG) di Balong, Donoharjo, Ngaglik, Sleman tiba-tiba mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan katering.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman Mafilindati Nuraini menjelaskan berdasarkan investigasinya korban keracunan mencapai 149 karyawan. Beberapa di antaranya tidak memeriksakan diri ke rumah sakit. Tapi mereka merasakan reaksi seperti korban lain kemudian diobati secara mandiri. Sejalan dengan itu pihaknya terus berupaya melakukan pembinaan terhadap para pengusaha katering. Terutama kaitannya dengan sertifikasi jasa boga. (Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2015/01/23/keracunan-makanan-jumlah-korban-bertambah-jadi-107-orang-570642">KERACUNAN MAKANAN : Jumlah Korban Bertambah Jadi 107 Orang)
"Ini sudah KLB [Kejadian Luar Biasa], kalau makan pada lokasi yang sama, korban lebih lima orang sudah KLB. [Kepada katering], kami pembinaannya melalui sertifikasi itu. Mereka memang harusnya tergabung dalam asosiasi [Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia] se-Sleman," terangnya, Senin (26/1/2015).
Sementara itu Manajer Accounting PT MTG, Dewi Yulianti menyatakan karyawan yang mengalami keracunan hingga Senin (26/1/2015) secara keseluruhan sudah masuk kerja. Sedangkan untuk katering yang menyediakan makanan sementara dihentikan dan tidak mensuplai makanan.
"Hari ini sudah masuk semua. [Soal katering] sementara dihentikan setelah ada peristiwa [keracunan]," ungkapnya melalui ponsel.
Sementara itu kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Kapolsek Ngaglik Kompol Partono menyatakan pihaknya sudah memeriksa 13 karyawan yang menjadi korban keracunan. Serta memeriksa satu orang dari pihak salahsatu katering. Pada Senin (26/1/2015) kemarin pihaknya juga meminta keterangan pihak manajemen perusahaan.
"Kateringnya sementara baru satu yang kami periksa. Rencananya yang lain juga," ujar Kapolsek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Chelsea menang 3-0 atas AC Milan di Indonesia Super Cup 2026. Joao Pedro mencetak dua gol, disusul gol Moises Caicedo.
Banyak penumpang kehilangan barang saat pemeriksaan bandara karena melanggar aturan kabin pesawat. Simak daftar barang yang sering disita, mulai dari power bank
Babak semifinal Piala AFF 2026 dipastikan tanpa wajah baru. Thailand, Vietnam, Singapura, dan Malaysia yang sama-sama pernah juara akan berebut tiket final dala
Mobil lama tidak selalu lebih hemat. Kenali lima tanda kendaraan sudah saatnya diganti, mulai dari biaya perbaikan yang membengkak hingga faktor keselamatan ber
Marc Marquez mengalami akhir pekan terburuknya di MotoGP Inggris 2026. Pebalap Ducati Lenovo kini tertinggal 40 poin dari Jorge Martin dalam klasemen MotoGP 202
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Pertamina, PLN, dan BUMN lain memangkas anak-cucu perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan mempercepa