Siswa SLB Negeri Pembina Jogja Bagi-bagi Takjil kepada Warga
Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian komite SLB Pembina untuk menanamkan nilai berbagi dan empati kepada anak-anak
Tarif angkutan umum di DIY turun 10%. Penerapan tinggal menunggu SK Gubernur DIY.
Harianjogja.com, JOGJA- Tarif angkutan umum di DIY tidak lama lagi akan turun. Usulan Organisasi Angkutan Darat (Organda) DIY terkait besaran nominal penurunan 10 persen sudah disetujui Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) DIY. Saat ini tinggal menunggu surat keputusan (SK) Gubernur DIY.
"Penurunan tarif disepakati untuk angkutan umum dan angkutan Trans Jogja turun 10 persen. Untuk tarif taksi turun 5 persen," kata Ketua Organda DIY Agus Adriyanto saat dihubungi, Senin (26/1/2015)
Dengan besaran penurunan tarif angkutan umum dan angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) 10 persen, maka nominalnya berkisar Rp200-400. Untuk angkutan umum dari Rp4.000 menjadi Rp3.600; tarif pelajar dari Rp2.000 menjadi Rp2.800
Sementara tarif Trans Jogja dari Rp4.000 turun menjadi Rp3.600 untuk umum, dan tarif pelajar Rp2000 menjadi Rp1.800
Adapun tarif taksi turun dari Rp7.000 menjadi Rp6.650 per buka pintu. Sementara tarif per kilometer turun dari Rp4.250 menjadi Rp4.000. Tarif tunggu tetap Rp45.000
Namun demikian, usulan penurunan tarif tersebut harus menunggu SK Gubernur.
"Kita tunggu keputusan gubernur nanti seperti apa," kata Agus.
Menurut Agus batas penurunan tarif 5 persen dan 10 persen berdasarkan hasil kesepakatan semua operator angkutan di DIY. Hal itu dari hasil penghitungan sejumlah komponen yang mempengaruhinya. Diakuinya, harga bahan bakar minyak (BBM) bukan satu-satunya komponen yang mempengaruhi, namun ada yang lainnya seperti suku cadang yang harganya masih fluktuatif.
Sementara itu anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY yang membidangi transportasi, Arif Budiono menilai angka penurunan tarif usulan Organda masih terlalu kecil. Menurutnya, penurunan harga BBM sudah kembali ke semua sebelum dinaikkan pada November 2014 lalu.
"Dulu [tarif angkutan] naiknya 30 persen dengan mengacu pada kenaikan BBM. Semestinya tarif kembali ke semula," kata dia di kantor DPRD DIY.
Agus mengatakan, tarif angkutan bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi harga kebutuhan. "Kalau pun tarif tidak kembali ke semula, minimal angka penurunannya di angka 20 persen," imbuh politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini. Ia berharap penurunan tarif bisa berlaku pekan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian komite SLB Pembina untuk menanamkan nilai berbagi dan empati kepada anak-anak
Banyak penumpang kehilangan barang saat pemeriksaan bandara karena melanggar aturan kabin pesawat. Simak daftar barang yang sering disita, mulai dari power bank
Babak semifinal Piala AFF 2026 dipastikan tanpa wajah baru. Thailand, Vietnam, Singapura, dan Malaysia yang sama-sama pernah juara akan berebut tiket final dala
Mobil lama tidak selalu lebih hemat. Kenali lima tanda kendaraan sudah saatnya diganti, mulai dari biaya perbaikan yang membengkak hingga faktor keselamatan ber
Marc Marquez mengalami akhir pekan terburuknya di MotoGP Inggris 2026. Pebalap Ducati Lenovo kini tertinggal 40 poin dari Jorge Martin dalam klasemen MotoGP 202
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Pertamina, PLN, dan BUMN lain memangkas anak-cucu perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan mempercepa