APEL BERBAKTERI : Disperindagkoptan-UMK DIY Tarik Peredaran

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Rabu, 28 Januari 2015 15:22 WIB
APEL BERBAKTERI : Disperindagkoptan-UMK DIY Tarik Peredaran

Pekerja merapikan buah apel di salah satu toko buah di Jakarta, Kamis (22/1/2015). Kasus tercemarnya apel oleh bakteri Listeria di Amerika Serikat yang menewaskan tiga orang sehingga masyarakat Indonesia perlu mewaspadainya. (JIBI/Solopos/Antara/Zabur Karuru)

Apel berbakteri, Disperindagkoptan-UMK DIY menarik peredaran buah impor tersebut.

Harianjogja.com, JOGJA- Beredarnya apel asal Amerika Serikat (AS) yang terkontaminasi bakteri Listeria Monocytogenes ditanggapi serius Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop-UKM) DIY dengan menginstruksikan penarikan buah berbahaya tersebut di pasaran.

Kepala Disperindagkop-UKM DIY Riyadi Ida Bagus S. Subali menginstruksikan jajarannya untuk bekerjasama dengan Balai POM DIY, Badan Karantina Pertanian dan instansi terkait melakukan pantauan lapangan terkait apel berjenis Granny Smith dan Gala produksi Bidart Bros, Bakersfield, California, AS.

“Kami terjunkan tim untuk melakukan tes hari ini (kemarin) di sentra buah-buahan baik di Pasar Giwangan maupun Pasar Gamping, Sleman. Tim juga meminta agar para pedangan dan minimarket menarik apel impor dari AS itu. Masalah ini tidak main-main karena terkait dengan keselamatan konsumen,” ungkap Riyadi kepada Harianjogja.com, Selasa (27/1).

Serangkaian tes yang dilakukan itu bertujuan untuk memastikan ada tidaknya bakteri dalam apel yang dijual. Kalau apel yang dijual mengandung bakteri, pihaknya langsung meminta penjual menarik dari pasaran.

“Sebab tidak semua apel impor yang dilaporkan mengandung bakteri. Hanya ada dua yang dinyatakan berbahaya. Ini intruksikan Menteri, jadi bukan sosialisasi lagi, langsung kami ambil tindakan. Harus ditarik,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online