Tekuk Belgia 2-1, Spanyol Tantang Prancis di Semifinal Piala Dunia
Spanyol melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 usai menaklukkan Belgia 2-1. Gol Mikel Merino di menit akhir jadi penentu kemenangan dramatis.
Sejumlah billboard menawarkan jasa iklan berdiri di pinggiran jalan Sudirman, Jogja, Rabu (28/1/2015). Tahun ini, diprediksi belanja iklan menurun karena kebijakan larangan iklan rokok untuk outdoor. (JIBI/Harian Jogja/Abdul Hamied Razak)
Industri kreatif, utamanya belanja iklan di DIY diprediksi menurun karena beberapa faktor penyebab.
Harianjogja.com, JOGJA- Pertumbuhan belanja iklan tahun ini di wilayah di DIY diprediksi merosot. Apa saja penyebabnya?
Ketua Pengurus Daerah Persatuan Pengusaha Periklanan Indonesia (PPPI) DIY Eddy Purjanto mengatakan secara keseluruhan pihaknya belum dapat memprediksi prospek bisnis periklanan di DIY untuk tahun ini. Hanya saja, Eddy menyoroti persoalan larangan produk rokok untuk iklan outdoor tahun ini.
"Kebijakan itu akan mengurangi bisnis iklan outdoor setidaknya 50 persen. Sebab, para pemain iklan di sektor ini rata-rata bergantung pada iklan rokok," ujarnya kepada Harianjogja.com, Rabu (28/1/2015).
Dengan adanya kebijakan larangan iklan rokok outdoor tersebut, sambung Eddy, maka penyedia jasa harus memutar otak untuk mendapat jasa dari perusahaan non rokok.
"Cukup banyak pemain besar yang menggantungkan pada iklan rokok. Untuk mencegah agar mereka tidak kolaps, tentu saja hal itu tergantung dari kondisi ekonomi di DIY. Kalau tumbuh baik, bisa mencari alternatif pengiklan nonrokok," kata dia.
Ironisnya, DIY didominasi oleh usaha-usaha di bidang retail. Selain itu, DIY dan juga daerah lainnya selama ini hanya 'menunggu' pesanan jasa dari perusahaan- perusahaan di Jakarta. Padahal, jika situasi ekonomi tidak baik hal itu berdampak pada minimnya permintaan jasa iklan outdoor di daerah, termasuk DIY.
"Daerah, seperti halnya DIY, hanya kecipratan saja," ujar Eddy.
Selain situasi ekonomi, sambungnya, jasa iklan outdoor dapat tumbuh di daerah tergantung dari situasi politik di Pusat. Sebab, politik sangat memengaruhi pertumbuhan sektor periklanan outdoor.
"Kalau situasi politik kisruh, maka itu akan berpengaruh pada sektor ini. Perusahaan akan mengerem kegiatan promosinya," jelas Eddy.
Disinggung apakah aturan penertiban reklama di Jogja juga mengganggu pertumbuhan jasa periklanan? Eddy menjawab, tidak selamanya aturan tersebut menjadi penyebabnya. Masalah utama yang dihadapi adalah hanya sedikit perusahaan yang memiliki budget untuk melakukan promosi outdoor.
"Kalau klien tidak memiliki budgetnya, bagaimana mau pasang iklan? Jadi aturan itu tidak persoalan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Spanyol melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 usai menaklukkan Belgia 2-1. Gol Mikel Merino di menit akhir jadi penentu kemenangan dramatis.
Pemerintah menyiapkan water bombing, helikopter, pesawat, hingga modifikasi cuaca untuk menghadapi karhutla Bromo di tengah El Nino.
Polda Metro Jaya menaikkan kasus kematian Sutrimo ke penyidikan. Polisi akan melakukan ekshumasi jenazah pada Rabu (12/8/2026).
Polda Metro Jaya memeriksa Bigmo terkait dugaan promosi likuid vape bersama anak. Simak kasus dan aturan iklan rokok elektronik.
SD Negeri 1 Bantul terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas melalui penyelenggaraan layanan pendidikan terpadu
Potensi produksi nanas yang cukup melimpah di sekitar Desa Lembeng, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, menjadi peluang