BANDARA KULONPROGO : Pelaku Wisata Minta Patok Digeser

Selasa, 03 Februari 2015 15:20 WIB
BANDARA KULONPROGO : Pelaku Wisata Minta Patok Digeser

Caption: Pemecah ombak di kawasan pelabuhan Tanjung Adikarto yang banyak dikunjungi wisatawan Pantai Glagah (JIBI/Harianjogja.com/Holy Kartika N.S)

Bandara Kulonprogo, pelaku wisata di Glagah meminta kawasan tersebut tetap dipertahankan.

Harianjogja.com, KULONPROGO-Pelaku wisata di kawasan Pantai Glagah meminta patok bandara digeser supaya tidak mengenai kawasan wisata. Mereka meminta akses jalan ke tempat wisata tetap dipertahankan dan lahan parkir di pantai tidak tergusur.

Hal itu diungkapkan Kepala Desa Glagah Agus Parmono seusai menerima kedatangan Bupati Kulonprogo yang meninjau kawasan wisata Glagah, Senin (2/2/2015). Seperti yang diketahui, di sisi selatan Desa Glagah, Kecamatan Temon terdapat belasan patok koordinat lahan bandara yang dipasang untuk menjadi tanda lahan areal bandara.

Dijabarkannya, warga dan para pelaku wisata meminta objek wisata beserta areal pendukungnya tetap dipertahankan. Pasalnya, objek wisata Glagah dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekitar. Tidak hanya itu, kawasan wisata Glagah merupakan aset Pemkab Kulonprogo karena dapat menyumbang Pendapatan Asli
Daerah (PAD) senilai Rp1,7 miliar per tahun.

Ia menyebutkan setidaknya terdapat lebih dari 250 pelaku wisata yang bergantung hidup di kawasan wisata Pantai Glagah, meliputi tukang parkir, pemilik dan pekerja di warung kuliner, pemilik kapal di laguna, penjaga pemandian, dan sebagainya.

“Keberadaan bandara justru diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha wisata di kawasan tersebut dan bukan menghilangkannya,” tuturnya.

Saat ini, ungkapnya, pembahasan perihal menyisakan sebelah selatan akses jalan Pantai Glagah dan jalan susur pantai supaya tetap utuh utuh masih dibahas oleh PT Angkasa Pura (AP) I. Agus menambahkan warga di tiga pedukuhan, yakni Bebekan, Kretek, dan Macanan juga meminta pengurangan jumlah warga terdampak
pembangunan bandara.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menjelaskan pelaku wisata ingin kawasan wisata Glagah dipertahankan dan Pemkab berjanji untuk memperjuangkannya ke PT AP I sehingga tidak terkena penggusuran. Ia juga akan berbicara dengan Gubenur DIY untuk mempertahankan wisata Pantai Glagah mengingat kawasan pesisir Kulonprogo
sudah dipenuhi dengan kontrak karya sehingga sulit membuat tempat wisata baru.

“Nanti setelah mendapat hasil dan jawaban saya akan kembali datang menemui pelaku wisata,” tandasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online