Angkat Dinamika Anak Kampus, Film Dan Bandung Tayang Perdana di Jogja
Film Dan Bandung menggelar special screening di Jogja, mengangkat kehidupan mahasiswa, persahabatan, keluarga, dan dinamika perasaan.
Jenazah korban Maulana saat akan diotopsi di ruang Otopsi Forensik, Kedokteran Forensik RSUP Sardjito, Selasa (3/2/2015). (JIBI/Harian Jogja/Sunartono).
Penganiayaan Sleman, mendapati adanya sejumlah kejanggalan, keluarga korban menduga Maulana meninggal karena disiksa polisi.
Harianjogja.com, SLEMAN - Maulana Rusadi, 22, warga Dusun Gatak, Desa Sumberagung, Moyudan, Sleman tewas diduga disiksa oleh sejumlah oknum Polisi yang bertugas di Polres Bantul. Keluarga korban yang tak terima dengan tindakan reserse arogan itu langsung melaporkan ke Bidang Propam Polda DIY, Senin (2/2/2015). Berikut sejumlah kejanggalan yang dialami keluarga saat melihat fisik Maulana maupun perawatan selama di rumah sakit. (Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2015/02/03/warga-moyudan-tewas-keluarga-menduga-akibat-disiksa-polisi-573954">Warga Moyudan Tewas, Keluarga Menduga akibat Disiksa Polisi)
Luka Fisik dan Laporan Polres Berbeda
Sumardi ayah Maulana, menegaskan sengaja mengajukan autopsi karena ada kejanggalan dengan kematian anaknya. Kejanggalan itu terlihat dari perbedaan logika luka fisik dengan laporan petugas Polres Bantul.
Dilaporkan Maulana meninggal karena melompat terjatuh dari mobil. Sejalan dengan itu pula, ia melaporkan dugaan penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa anaknya dengan terlapor oknum anggota Reserse Polres Bantul.
Informasi Maulana Dirawat Baru Disampaikan H+1 Masuk Rumah Sakit
Sumardi beserta keluarga sendiri tidak mengetahui secara pasti kejadian yang mengakibatkan terjemputnya ajal Maulana. Kendati demikian ia yakin ada unsur penganiayaan yang dilakukan terhadap anaknya. Keluarga Maulana baru diberitahu petugas Polres Bantul korban dirawat di ICU RSUD Kota Jogja pada Sabtu (24/1/2015), padahal korban dirawat sejak Jumat (23/1/2015) dengan kondisi yang sudah luka parah dan koma.
Keluarga Dilarang Memotret
Sebenarnya pihak keluarga sudah melihat kejanggalan sejak awal Maulana dirawat di RSUD Kota Jogja. Menurut Suhartinah yang juga bibi dari Maulana, saat dirawat kamar ICU dijaga ketat petugas dari Polres Bantul. Bahkan pihak keluarga yang memotret kondisi korban dilarang oleh Polisi. Padahal gambar itu bukan untuk disebar. Melainkan adik Maulana yang berada di Tulungagung ingin mengetahui kondisi kakaknya.
"Waktu di ICU keluarga berusaha untuk memotret, tapi tidak boleh. Ibunya motret sendiri kameranya diminta petugas lalu dihapus. Waktu itu saya masuk tidak boleh bawa apa-apa. Tapi setelah hari-hari terakhir [akan meninggal], mbak saya [ibu korban] marah-marah [kepada Polisi], kenapa Pak Polisi ketakutan kalau tidak salah,
setelah itu Polisi yang jaga tidak banyak," ujarnya.
Keluarga Diminta Tandatangan Surat Pernyataan Tak Akan Menuntut
Selain itu, lanjutnya, saat tiba di RSUD Kota Jogja, orangtua korban diminta oleh petugas kepolisian untuk menandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut kepada siapapun.
"Waktu itu karena mbak kami masih syok dia tandatangan saja, tanpa melihat lebih detail," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Film Dan Bandung menggelar special screening di Jogja, mengangkat kehidupan mahasiswa, persahabatan, keluarga, dan dinamika perasaan.
Kepala Wasit UEFA Roberto Rosetti mengkritik penggunaan VAR yang dinilai terlalu berlebihan dan meluncurkan platform Clear Line.
Anthropic resmi bangun tim chip semikonduktor kustom untuk AI Claude. Buka lowongan insinyur dengan gaji hingga Rp8,7 miliar. Strategi multi-vendor tetap dipert
Hujan meteor Perseid mencapai puncak pada 12-13 Agustus 2026. Simak waktu terbaik dan peluang pengamatan fenomena langit ini dari Indonesia.
Shakira menyampaikan dukungan untuk korban gempa M 7,4 di Kolombia yang menewaskan lebih dari 111 orang dan merusak sejumlah kota.
Kegiatan bertajuk Penerapan Teknologi Inkubator Telur Ayam Otomatis untuk Pemberdayaan Karang Taruna Desa Tegalrejo tersebut menyasar anggota Karang Taruna