EKSPOR DIY : Wow, Salak Pondoh Tembus Pasar Eropa dan Amerika

Rima Sekarani
Rima Sekarani Senin, 09 Februari 2015 17:40 WIB
EKSPOR DIY : Wow, Salak Pondoh Tembus Pasar Eropa dan Amerika

Proses pengemasan salak pondoh yang akan diekspor di gedung sortasi dan pengepakan salak organik, Dusun Trumpon, Merdikorejo, Tempel, Sleman. (JIBI/Harian Jogja/Rima Sekarani I.N.)

Ekspor DIY berupa salak pondoh pada tahun ini menyasar pasar Eropa dan Amerika.

Harianjogja.com, SLEMAN-Tahun ini, ekspor salak pondoh khas Sleman membidik pasar Eropa dan Amerika Serikat. Target tersebut didukung dengan telah dimilikinya sertifikat organik internasional untuk produk salak pondoh.

“Sertifikat itu menjadi salah satu syarat produk pertanian dapat masuk pasar internasional. Sertifikat itu juga yang membuat salak pondoh kita bisa diterima pasar Singapura dan Tiongkok,” kata Musrin, anggota Asosiasi Petani Salak Sleman “Prima Sembada”, ditemui di gedung sortasi dan pengepakan salak organik, Dusun Trumpon, Merdikorejo, Tempel, Sleman, Sabtu (7/2/2015).

Musrin memaparkan salak pondoh harus menjalani seleksi ketat sebelum dinyatakan layak ekspor. Kebun salak pondoh pun harus lolos sertifikasi unuk menjamin kualitas produk yang dihasilkan.

“Salak hasil panen kemudian harus disortir untuk memastikan salak mana yang memang memenuhi standar ekspor,” ucapnya.

Salak pondoh yang telah memenuhi standar ekspor kemudian ditimbang untuk pengemasan. Satu kemasan berisi salak pondoh dengan berat sekitar 500 gram.

“Salak yang diekspor biasanya memang yang ukurannya besar,” kata Musrin menambahkan.

Sekitar 800 kilogram salak pondoh dikirim ke Singapura setiap minggu. Sementara untuk pasar Cina, Sleman bahkan bisa mengekspor dua ton salak per minggu.

“Pasar Tiongkok sebenarnya sangat potensial tapi sempat terganggu dengan isu lalat buat,” ujar Musrin.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online