MASALAH LINGKUNGAN : BLH Sleman Berencana Tutup Lima TPS Liar

Rima Sekarani
Rima Sekarani Selasa, 10 Februari 2015 16:20 WIB
MASALAH LINGKUNGAN : BLH Sleman Berencana Tutup Lima TPS Liar

Sejumlah pemulung mengais sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) di Setabelan, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (3/9/2014). Sampah di TPS tersebut meluber hingga menutup Jl. M. Saleh Werdisastro sehingga menganggu penguna jalan. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)

Masalah lingkungan di Sleman diatasi dengan menutup TPS liar.

Harianjogja.com, SLEMAN-Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sleman berencana menutup lima tempat pembuangan sementara (TPS) liar yang tersebar di Kecamatan Kalasan, Depok, dan Sleman.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan BLH Sleman, Indra Darmawan mengungkapkan, pihaknya masih dalam tahap klarifikasi lokasi dengan warga setempat.

“Jumlahnya banyak sekali tapi belum pernah kita hitung. Namun, saat ini ada lima titik yang sedang kita usahakan untuk ditutup. Kalasan dan Depok masing-masing dua titik, sedangkan Sleman ada satu titik lokasi,” papar Indra, ditemui di ruang kerjanya, Senin (9/2/2015).

Menurut Indra, sekedar menutup TPS sebenarnya mudah. Namun, memastikannya tidak jadi sasaran pembuangan sampah kembali itu yang susah.

“Jadi kita harus klarifikasi dulu sebenarnya siapa oknum yang buang sampah di sana. Kami juga berkoordinasi dengan pihak padukuhan, desa, serta kecamatan agar bersama-sama mencari solusinya,” ujarnya.

Penutupan TPS liar akan lebih mudah jika oknum pembuang sampah adalah warga sekitar lokasi itu sendiri.

“Kami bisa menggerakkan warga setempat untuk menjalankan pengelolaan sampah berbasis komunitas lalu membentuk kelompok pengelola sampah mandiri. Nanti bisa kami buatkan tempat untuk mengumpulkan sampah, kalau bisa sekalian dikelola,” kata Indra menjelaskan.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online