27 Dapur MBG di Boyolali Ditutup, Dana BGN dan IPAL Jadi Kendala
Sebanyak 27 SPPG atau dapur MBG di Boyolali berhenti beroperasi akibat dana BGN belum cair dan kendala IPAL. Audit nasional juga segera dilakukan.
Penjual kebutuhan pokok di Pasar Argosari Gunungkidul.(Kusnul sti Qomah/JIBI/Harian Jogja)
Harga kebutuhan pokok diperkirakan dapat naik lantaran banjir yang terjadi di Jakarta.
Harianjogja.com, BANTUL - Cuaca penghujan dan banjir menggenang sejumlah daerah jalur distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat dapat mempengaruhi naiknya harga di sejumlah pasar di Bantul. Selama ini pasar di Bantul termasuk masih mengandalkan daerah pantura dan hasil pertanian di Jateng.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Bantul Sulistyanto mengatakan Bantul selama ini Yogyakarta masih tergantung pasokan bawang merah dari Brebes dan daerah Pantura.
"Selama ini pasokan belum terganggu dan harga belum terlihat ada kenaikan. Namun bisa jadi nanti kondisi alam ini membawa pengaruh kenaikan harga," katanya disela meninjau sejumlah pasar tradisional, Rabu (11/2/2015).
Hasil pantauan Disperindakop Bantul, khusus untuk bawang merah harga masih stabil di kisaran Rp15.000 sampai dengan Rp16.000 per kilogram (kg). Ia menambahkan selain soal kendala distribusi terganggu akibat cuaca, pengaruh harga juga mungkin terjadi karena faktor lain salah satunya bukan musim panen.
"Bisa jadi memang daerah lainnya baru memasuki masa tanam. Tapi khusus untuk Brebes saat ini faktor gangguan jalur distribusi akibat banjir yang dapat menyebabkan harga nanti bisa sedikit naik," imbuhnya.
Tidak hanya ketergantungan bawang merah dari kawasan pantura. Cuaca hujan dan potensi banjir juga mengancam Bantul untuk pasokan jenis sayuran seperti wortel, kubis, kentang, cabai, dan jenis lain. Selama ini Bantul dan beberapa kabupaten lain juga masih mendatangkan pasokan dari sejumlah daerah di Jateng yang bisa terpengaruh sulitnya distribusi karena jalur tergenang air.
"Yang jelas kenaikan harus tetap di harga wajar. Jangan sampai ada permainan. Utuk itulah pantauan pasar itu akan terus dilakukan di sejumlah pasar," ungkap Sulistyanto.
Di pasar tradisional yang disambangi, harga beberapa kebutuhan pokok masyarakat masih aman terkendali. Belum ada kenaikan dari mulai beras, daging, ayam, sayuran, minyak goreng, dan ragam lainnya.
Sunarto, salah satu pedagang di pasar Bantul mengatakan belum ada kenaikan harga untuk jenis telur. Saat ini harga telus masih Rp 19.000 per kg. "Daging ayam sudah sepekan ini Rp 31.000 per kg," timpal Nuryanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 27 SPPG atau dapur MBG di Boyolali berhenti beroperasi akibat dana BGN belum cair dan kendala IPAL. Audit nasional juga segera dilakukan.
Oracle memangkas 21.000 karyawan akibat restrukturisasi dan adopsi AI, sebagai bagian efisiensi bisnis cloud dan infrastruktur digital.
Dinkes Sleman rencanakan Raperda KTR masuk Prolegda 2027, atur ruang publik dan keseimbangan hak perokok serta nonperokok.
Pemerintah bebaskan PPN tiket pesawat ekonomi domestik selama libur sekolah 2026 untuk dorong daya beli dan pertumbuhan ekonomi.
Pemkab Gunungkidul perbaiki 256 RTLH dengan anggaran Rp5,12 miliar. Target rampung akhir September melalui program APBD 2026.
DPRD Semarang klarifikasi isu titip siswa SPMB 2026. Sistem seleksi SMP negeri berbasis kuota dan aturan resmi Disdik.