7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Pasir besi Kulonprogo yang dikelola PT JMI mengakibatkan PAD Kulonprogo pada 2016 merosot.
Harianjogja.com, KULONPROGO– Pembangunan pabrik pengolahan biji besi, PT Jogja Magasa Iron (JMI) hingga saat ini belum ada kejelasan. Padahal, semestinya awal tahun 2014 perusahaan tersebut sudah dapat berkontribusi terhadap pendapatan Kulonprogo.
Ketidakpastian pembangunan pabrik pengolahan biji besi PT Jogja Magasa Iron (JMI), dinilai menjadi salah satu penyebab merosotnya pendapatan Kulonprogo tahun 2016 mendatang. Menurut Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kulonprogo Agus Langgeng Basuki, penyebab turunnya proyeksi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di antaranya tak tercapainya target pemasukan dari pajak dan retribusi.
“Salah satu penyebabnya juga kemungkinan karena belum ada kejelasan pembangunan pabrik oleh JMI. Ada perubahan jadwal pembangunan pabrik dari JMI. Padahal, dalam perhitungan awal sudah ada proyeksi retribusi yang masuk dari Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pabrik,” ujar Langgeng, Kamis (12/2/2015).
Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulonprogo Muhtarom Asrorie mengungkapkan semestinya awal tahun 2014, PT JMI memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah, baik berupa pajak maupun retribusi. Dia mengatakan pada saat itu rencananya pabrik sudah berdiri. Perhitungan kontribusi JMI pada
RPJMD bahkan sudah dicantumkan.
“Pabrik dibangun, kontribusi perizinan dan IMB seharusnya sudah dapat masuk. Bahkan, jika nanti operasional pabrik sudah berjalan. Royalti dari hasil produksi pig iron [biji besi] dan penjualannya akan cukup besar,” jelas Muhtarom.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kulonprogo Ponimin Budi Hartono mengungkapkan rencana pembangunan pabrik pasir besi menjadi wacana sejak sepuluh tahun lalu. Namun, hingga saat ini pembangunan pabrik tersebut masih belum ada kejelasan.
“Kami akan memanggil manajemen JMI untuk meminta kejelasan akan pembangunan pabrik tersebut. Semestinya, awal tahun 2014 perusahaan itu sudah punya andil terhadap pendapatan daerah. Akan tetapi, sampai saat ini belum ada kejelasan,” ujar Ponimin.
Asisten Sekda II Kulonprogo Triyono membenarkan adanya perhitungan proyeksi pendapatan daerah dari kontribusi yang dapat diberikan JMI. Dia menambahkan, belum lama ini muncul wacana pembangunan pabrik JMI akan dilakukan tahun 2016, sehingga diperkirakan baru dapat melakukan produksi tahun 2019.
“Kami belum bisa memasukkan kontribusi PT JMI, karena ada rescheduling rencana pembangunan pabrik,” jelas Triyono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Lionel Messi tulis surat haru untuk sang ayah, Jorge Messi, yang meninggal di usia 68 tahun. Ia pun ragu lanjutkan karier sepak bola. Simak selengkapnya
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin