KPK VS POLRI : Demonstran Bawa Sapu Lidi ke Gedung Agung

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Selasa, 17 Februari 2015 08:40 WIB
KPK VS POLRI : Demonstran Bawa Sapu Lidi ke Gedung Agung

Massa dari berbagai elemen yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Tidak Jelas Selamatkan KPK menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara Gedung Agung, Jogja, Minggu (8/2/2015). Ratusan orang itu membela Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam perseteruan KPK vs Polri. Mereka menuntut Presiden Joko Widodo segera memilih dan mengangkat Kapolri yang bersih dan menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap pimpinan KPK. (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)

KPK VS POLRI, aktivitis antikorupsi berunjuk rasa ke Istana Gedung Agung Jogja sambil membawa sapu lidi.

Harianjogja.com, JOGJA-Seratusan massa aktivis antikorupsi melakukan unjuk rasa di depan Istana Gedung Agung Jogja, Senin (16/2/2015). Massa pro-KPK ini masing-masing membawa sapu lidi sebagai simbol bersih-bersih pejabat dari koruptor.

Aksi gabungan koalisi masyarakat sipil antikorupsi Jogja ini melakukan longmarch dari gedung DPRD DIY menuju Titik Nol Kilometer. Kemudian berkumpul di depan pintu gerbang Istana Gedung Agung.

Mereka menganggap telah terjadi upaya pelemahan KPK dengan berbagai pola, mulai dari kriminalisasi pimpinan KPK, deligitimasi moral dengan tersebarnya foto-foto Abraham Samad agar publik tergiring untuk mendelegitimasi moral pimpinan KPK, teror terhadap keluarga dan staf KPK, DPR RI memasukkan revisi Undang-Undang KPK pada prolegnas 2015.

"Atas dasar inilah kami bersikap pada satu titik kesepakatan bahwa Indonesia berada pada kondisi darurat korupsi," kata Koordinator Aksi Saldi Zulhendra.

Saldi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu melawan balik koruptor. Menurutnya, tidak ada alasan lain bagi masyarakat untuk menjadikan korupsi dan koruptor sebagai musuh bersama yang harus di lawan.

Peserta aksi lainnya Samsudin Nurseha menyatakan, putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang mengabulkan gugatan Komjen Pol Budi Gunawan menjadi kabar buruk pro antikorupsi.

Samsudin menyayangkan penguasan yang diharapkan justru ikut melakukan pelemahan KPK. Namun demikian, Samsudin menyatakan, pro antikorupsi tetap menolak pelantika Budi Gunawan menjadi Kapolri.

"Dukung Jokowi melakukan penyelamatan institusi KPK," kata Samsudin.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online