Muhammadiyah Buka Toko Oleh-Oleh Jogja, Bidik Wisatawan Persyarikatan
Suara Muhammadiyah membuka Toko Oleh-Oleh 1915 di Jogja untuk memasarkan produk UMKM warga persyarikatan dan masyarakat lokal.
Ilustrasi (Backgroundpictures.org)
Kebakaran Sleman terjadi di dua lokasi berbeda.
Harianjogja.com, SLEMAN - Sebanyak dua rumah terbakar dalam waktu dan tempat yang berbeda di Kecamatan Pakem, Sleman pada Kamis (19/2/2015) petang. Satu korban mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Kebakaran paling parah terjadi di Dusun Paraksari RT 12, Pakembinangun, Kecamatan Pakem di rumah Endang Widyastuti, 48. Si jago merah melalap rumah Endang hingga ludes. Peristiwa kebakaran kali pertama diketahui Walno, 23, seorang warga yang berada tak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP). Walno yang berasal dari Temanggung merupakan pekerja tukang bangunan melihat api lalu memberitahu warga lainnya. Saat kebakaran terjadi rumah dalam keadaan kosong. Korban tengah berkunjung di rumah saudaranya. Warga kemudian memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Kapolsek Pakem Kompol Sudaryanto menjelaskan peristiwa kebakaran diduga karena api yang berasal dari dapur. Korban dalam keseharian juga berjualan jamu. Sesaat sebelum kebakaran, korban tengah merebus jamu sarang semut kemudian ditinggal ke rumah saudaranya. Karena lupa mematikan api, sehingga merembet ke sejumlah barang yang mudah terbakar lalu ke ruangan lainnya.
"Korban tidak ada di rumah lalu diberitahu warga lain, setelah diselidiki ternyata tengah merebus jamu karena berjualan jamu," ungkapnya, Jumat (20/2/2015).
Akibat kebakaran tersebut korban kehilangan berbagai surat penting seperti sertifikat tanah dan rumah sebanyak empat lembar, sertifikat deposito bank yang berbeda sebanyak lima lembar. Kemudian buku tabungan lima eksemplar. Selain itu korban juga menderita sejumlah kerugian perabotan seperti Central Processing Unit (CPU) dua unit, TV merk Sony 32', VCD Player dan sound system masing-masing satu unit. Serta laptop dua unit, mesin cuci, perabot masak, ponsel satu unit.
Tak hanya itu perhiasan milik korban di dalam almari seperti kalung dan cincin juga ludes serta jam tangan
sebanyak tujuh buah. Adapun sejumlah ruang yang terbakar habis yaitu ruang dapur, tiga kamar tidur, tuang tamu, ruang keluarga dan kamar mandi.
"Lumayan parah kerugiannya sampai Rp100rr Juta. Sertifikat-sertifikat tanah ada beberapa," ujarnya.
Sudaryanto menambahkan, selain di Paraksari, Pakembinangun, kebakaran juga terjadi di Dusun Kaliurang
Hargobinangun pada hari yang sama. Kendati demikian kebakaran di Kaliurang tidak terlalu parah. Kerugian diprediksi mencapai Rp20 Juta.
"Kalau di Paraksari itu karena kompor, yang di Kaliurang penyebabnya karena arus pendek listrik," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Suara Muhammadiyah membuka Toko Oleh-Oleh 1915 di Jogja untuk memasarkan produk UMKM warga persyarikatan dan masyarakat lokal.
Pemerintah mengalokasikan Rp820,9 triliun untuk pendidikan pada RAPBN 2027, termasuk PIP, KIP Kuliah, MBG, dan Sekolah Garuda.
Instagram resmi mengganti logo teks atau wordmark setelah 10 tahun. Desain baru menuai pro dan kontra karena banyak pengguna salah membaca tulisan Instagram men
Ledakan industri drama AI di China melahirkan bisnis baru berupa lisensi wajah manusia. Warga mendapat bayaran hingga Rp12 juta, namun risiko penyalahgunaan dat
AFC resmi menolak banding Persib Bandung terkait kericuhan suporter saat ACL 2. Maung Bandung tetap didenda Rp3,5 miliar dan menjalani laga tanpa penonton.
Borneo FC resmi ditunjuk AFC sebagai tuan rumah fase grup AFC Challenge League 2026/2027. Stadion Segiri Samarinda akan menjadi venue pertandingan Asia.