Besok, Ratusan Eks Pekerja Sritex Demo Tuntut Pesangon
Aksi itu dilakukan bersamaan dengan momentum peringatan Hari Pahlawan. Selama sembilan bulan, nasib mereka terkatung-katung lantaran belum menerima hak-hak kar
Jogja Fashion Week merupakan pintu gerbang fesyen di Indonesia sebagai sarana media promosipara desainer dan komunitas fesyen di Tanah Air. Tahun ini, ada desainer asal Jerman yang siap meramaikan JFW 2015
Harianjogja.com, JOGJA –Sedikitnya 75 perancang busana atau desainer bakal meramaikan gelaran Jogja Fashion Week(JFW) 2015 yang dihelat pada 26-30 Agustus di Jogja Expo Center (JEC).
Ketua Panitia JFW 2015, Afif Syukur mengatakan, event JFW merupakan pintu gerbang fesyen di Indonesia sebagai sarana media promosipara desainer dan komunitas fesyen di Tanah Air. Adapun tahun ini, JFW mengusung tema swarna archipelago yang bermakna memresentasikan tren fesyen budaya nusantara agar dapat diterima di pasar global.
“Event JFW digelar setiap tahun. Tahun ini, ada desainer asal Jerman yang siap meraimakan JFW 2015. Kami memberi kuota sekitar 75 desainer namun tak menutup kemungkinan jumlahnya bakal bertambah,” katanya, Sabtu (21/2/2015).
Berbeda dengan event serupa pada tahun sebelumnya, kali ini mini stage akan dibangun di dalam area pameran. Mini stage itu digunakan untuk mempromosikan atau memperkenalkan produk fesyen kepada masyarakat konsumen.
“Beberapa panggung akan didirikan di area pameran. Konsep ini merupakan kali pertama dilakukan selama gelaran JFW,” ujar dia.
Selain pameran, kegiatan lain JFW 2015 yakni fashion show, seminar, lomba fesyen dan karnaval. Fashion show akan melibatkan sejumlah desainer yang memperlihatkan karya-karya fesyennya masing-masing. Sementara seminar akan diisi dengan menggelar talkshow bertema estetika hijab modern. Acara seminar dipandu langsung desainer kondang, Ivan Gunawan. Sasaran lomba fesyen yakni para pelajar SMA sederajat dan sekolah mode. Para peserta diwajibkan memakai batik sebagai budaya khas Indonesia.
“Filosofi batik tetap diusung dalam kegiatan karnaval JFW 2015. Ada 30 kelompok yang akan berpartisipasi. Setiap kelompok terdiri dari 25 orang,” tutur dia.
Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jogja, Lia Mustafa mengungkapkan, event JFW dapat membangkitkan motivasi dan memacu kreativitas bagi para desainer muda di Jogja. Dampak positif lain, event JFW mampu menarik para wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk mengunjungi Kota Gudeg. Dengan kata lain, JFW dapat meningkatkan tingkat perekonomian Kota Jogja dan mampu menghasilkan karya yang berciri khas budaya nusantara.
“JFW mampu mendorong industri fesyen di Jogja baik skala home industri hingga perusahaan fesyen,” papar dia.
Pada kesempatan tersebut juga digelar peragaan busana karya beberapa desainer lokal. Mayoritas busana
yang diperagakan mengambil motif batik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aksi itu dilakukan bersamaan dengan momentum peringatan Hari Pahlawan. Selama sembilan bulan, nasib mereka terkatung-katung lantaran belum menerima hak-hak kar
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.