BECAK MOTOR : Penarik Bentor Bakal Adakan Gerakan Besar

Uli Febriarni
Uli Febriarni Sabtu, 07 Maret 2015 00:20 WIB
 BECAK MOTOR : Penarik Bentor Bakal Adakan Gerakan Besar

Harian Jogja/Gigih M. Hanafi Puluhan pengemudi becak motor (bentor) menggelar aksi di halaman DPRD DIY, Jl. Malioboro, Jogja, Selasa (28/1). Mereka terus mendesak untuk dilegalkan bentor serta mengkritisi surat edaran Gubernur DIY tentang larangan beroperasinya becak motor dan surat dari kepolisian tentang hal yang sama.

Becak motor, terutama Paguyuban Pengemudi Bentor bakal mengadakan gerakan besar.

Harianjogja.com, JOGJA-Pengemudi becak bermotor (bentor) ancam pemerintah lakukan gerakan besar dengan level se-Daerah Istimewa Yogyakarta.

Gerakan tersebut merupakan bentuk tuntutan atas dilakukannya operasi dan razia bentor yang kerap dilakukan Satuan Kepolisian Resort Kota Jogja dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja.

Ancaman tersebut disampaikan seorang pengemudi bentor yang tergabung dalam Paguyuban Becak Taman Pintar, Suroto, kepada Harianjogja.com, Rabu (4/3/2015).

Menurut dia, pengemudi bentor merasa dipersulit untuk mencari nafkah bagi keluarga mereka, dengan adanya razia bentor yang dilakukan oleh pihak pemerintah. Terlebih pemerintah memiliki sejumlah alasan yang kini ditepisnya.

Ia sendiri telah menjadi seorang pengemudi bentor untuk mengantarkan penumpang sejak dua tahun terakhir. Alasan ia mengubah becak yang ia miliki bentor, karena ia telah saat genap 15 tahun menjadi pengayuh becak, ia terkena gejala stroke. Setelah itu, ia memutuskan mengubah becak tradisionalnya menjadi bentor. Dengan cara memodifikasinya di bengkel, deng menambahkan mesin motor Suzuki Jet cooled.

"Enak pakai bentor, hemat tenaga, membantu ketika jalan menanjak dan jarak tempuh yang jauh. Selama ini ketika kena razia, saya ditegur, namun mau pemerintah lakukan razia, saya akan tetap keluar [mengemudi bentor]," ucapnya tegas.

Ia menilai pemerintah tidak memikirkan nasib rakyat kecil seperti dirinya yang sudah kesulitan untuk mengayuh becak, karena sakit atau lanjut usia. Sementara harus mencari nafkah bagi keluarga dengan menjadi pengemudi bentor.

"Kalau bentor dirazia, kemudian diangkut, mau cari makan gimana? Mau kasih makan apa untuk anak dan istri?," tutur pemilik bentor yang berplat YB 5255 KT itu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online