Bahlil Siapkan Skema Dana Bioetanol, E10 Dimulai pada 2027
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Bandara Kulonprogo, jumlah warga Desa Glagah yang terdampak pembangunan berkurang.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Jumlah warga Desa Glagah, Kecamatan Temon yang terdampak pembangunan bandara berkurang karena terjadi pergeseran patok batas bandara. Perkiraan semula terdapat 250-an KK di Desa Glagah yang terdampak pembangunan bandara, namun dari perhitungan sementara yang dilakukan pemerintah desa terjadi pengurangan hingga 80-an KK.
Kepala Desa Glagah Agus Parmono mengungkapkan pergeseran patok batas bandara dilakukan untuk mengurangi dampak jumlah keluarga yang terkena pembangunan bandara. Pergeseran, terangnya, berada di area Balaidesa Glagah ke selatan hingga Jalan Diponegoro.
“Saat ini kami sedang melakukan pendataan untuk memastikan jumlah warga Glagah yang tidak terdampak pembangunan bandara,” ujarnya, Kamis (5/3/2015).
Ia mengungkapkan, pengurangan jumlah warga terdampak juga mengakibatkan jumlah undangan yang disebar di Desa Glagah dikurangi. Menurutnya, hal itu sudah dikonsultasikan dengan tim persiapan pembangunan bandara dan Pemda DIY dan disetujui.
“Katanya yang tidak terdampak tidak usah diundang,” imbuhnya.
Pelaksana Tugas Sementara Pimpinan Proyek Pembangunan Bandara Baru Bambang Eko menyebutkan terjadi pengurangan jumlah undangan dalam konsultasipublik ulang. Semula, undangan yang disebar berjumlah 475. Namun, tuturnya, Kepala Desa Glagah mengurangi 40 undangan karena alasan yang tidak diketahui oleh tim.
“Sebelumnya sudah muncul wacana warga yang berada di Selatan Balaidesa Glagah sampai Jalan Diponegoro tidak diundang, tetapi alasan pastinya hanya kades yang tahu,” jelas Bambang.
Tim Community Development Pembangunan Bandara Ariyadi Subagyo menjabarkan pergeseran patok dinamis dan tim selalu mengkaji sesuai dengan kebutuhan bandara.
“Misal di Gunung Lanang atau juga yang terjadi di Jalan Diponegoro mengingat di jalan itu merupakan pemukiman padat,” terangnya.
Ditambahkannya, semua usulan dari warga sedang diproses dan keputusan akan dikeluarkan sebelum pembebasan lahan.
“Sewaktu pembebasan lahan nanti semua hal sudahclear,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Pieter Huistra menilai PSS Sleman berada di jalur tepat untuk membangun permainan dominan menjelang Super League 2026/2027.
Gempa M7,7 yang berpusat di Nagekeo dirasakan di Kota Bima. Satu rumah rusak sedang, Gudang Bulog dan plafon masjid juga terdampak.
IMI menghentikan sementara drag race di lintasan non-permanen seperti jalan raya dan kompleks perumahan di seluruh Indonesia.
Sebanyak 68 foto jurnalistik ANTARA dipamerkan di Titik Nol Kilometer Jogja pada 14-21 Agustus untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI.
Pemerintah menargetkan pembiayaan RAPBN 2027 sebesar Rp671,2 triliun, turun 8,6% dari outlook 2026 yang mencapai Rp734,3 triliun.