Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp242 Miliar
Suasana pembangunan gedung bertingkat di sekitar Jl. Slamet Riyadi, Kleco, Solo. Kota Solo masuk 10 besar kota di Indonesia dengan pertumbuhan gedung pencakar langit paling pesat. (Septian Ade Mahendra/JIBI/Solopos)
Pembangunan hotel dan perusahaan lain yang didirikan di Sleman diharapkan bisa memberikan manfaat untuk warga sekitar, utamanya penyerapan tenaga kerja
Harianjogja.com, SLEMAN—Angka pengangguran di Kabupaten Sleman turun 0,3%. Keberadaan perusahaan baru diharapkan bisa mendukung penyerapan tenaga kerja agar penurunan angka pengangguran jadi lebih signifikan.
Jumlah pengangguran di Sleman pada 2014 tercatat 34.601 orang atau 6,17%. Angka itu sedikit lebih rendah dibanding 2013 yang mencapai 35.059 atau 6,47%.
"Ada penurunan walau tidak signifikan. Data ini dihimpun dari pemerintah desa sehingga lebih rinci dari pada data Badan Pusat Statistik," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Nakersos) Kabupaten Sleman, Untoro Budiharjo, Senin (9/3/2015).
Untoro mengungkapkan, akhir pekan kemarin dia baru saja menghadiri seremonial peletakan batu pertama pembangunan hotel di wilayah Desa Maguwoharjo, Depok, Sleman. Dia lalu berharap, hotel tersebut nantinya dapat menyerap tenaga kerja, khususnya dari warga sekitar.
"Pihak hotel bisa mengambil tenaga kerja untuk posisi tertentu dari warga sekitar, kecuali tenaga ahli mungkin harus cari dari luar daerah," papar Untoro.
Jika pendirian hotel dan perusahaan lain bisa memberikan manfaat bagi warga sekitar, misalnya terkait penyerapan tenaga kerja, kemungkinan adanya penolakan pembangunan dari warga juga bisa diminimalkan.
"Itu akan mempengaruhi sikap penerimaan dari masyarakat juga," lanjutnya.
Untoro menambahkan, ketersediaan lowongan kerja sebenarnya sangat banyak. Namun, problem tenaga kerja tidak hanya terletak pada perbandingan antara jumlah lowongan dan pencari kerja.
"Antara kebutuhan perusahaan dengan yang diinginkan pencari kerja juga harus cocok. Misalnya perusahaan garmen butuh banyak penjahit, tapi apakah para sarjana mau? Masalah seperti itu terjadi di mana-mana," ujarnya menerangkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdik Gunungkidul memastikan daya tampung sekolah SPMB 2026 mencukupi. Jadwal pendaftaran TK, SD, dan SMP mulai Juni 2026.
Dua jukir viral di GOR Sritex Solo diamankan polisi usai diduga mematok tarif parkir mobil hingga Rp20.000 tanpa karcis.
Komisi III DPR menegaskan penggunaan APBN untuk sapi kurban Presiden Prabowo sah secara hukum dan syariah.
Kasus kekerasan daycare Little Aresha Sorosutan memasuki tahap sidang. Tim hukum dampingi korban dan siapkan restitusi.
Polresta Solo menangkap residivis pelaku pembacokan remaja di Sangkrah dan Grogol. Korban mengalami luka bacok akibat celurit.