Viral Pocong Jadi-jadian di Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Tiga pelajar di Sragen diamankan polisi usai bikin konten pocong jadi-jadian di TikTok. Aksi demi viral ini sempat bikin heboh warga.
Suasana di Pantai Nguyahan, Jumat (9/1/2015). Dengan menggunakan dana dari program pengentasan kemiskinan, Kecamatan Saptosari bersolek untuk mempercantik kawasan wisata di sana. (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Penataan DIY diharapkan dapat menyeluruh untuk mendukung pariwisata lokal.
Harianjogja.com, JOGJA-Terkait pembebasan visa bagi 30 negara, Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (STIPRAM) Yogyakarta, Suhendroyono berharap kebijakan ini dapat segera direspon Pemerintah DIY.
Sebab, kata dia, DIY masih perlu mempersiapkan sejumlah hal seperti kesiapan akses perhubungan atau sektor transportasi antar daerah, sarana fisik jalan menuju destinasi wisata dan kesiapan lainnya. Lebih-lebih, branding Jogja Istimewa selama ini dinilai masih sulit menjadi identitas Jogja di kancah internasional.
"Apa yang istimewa yang bisa menarik wisatawan asing masih sulit untuk diterjemahkan," ungkapnya dalam wisuda mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo (STIPRAM) Yogyakarta di Hotel Pasific, Selasa (18/3/2015).
Ia menilai pembangunan pariwisata cukup komplek dan menuntut adanya sinergitas berbagai sektor. Hendaknya pemerintah perlu melibatkan semua pihak termasuk perguruan tinggi dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang siap menyambut kunjungan wisatawan asing setiap tahunnya.
Ia mencontohkan, pemandu atau guide, bagi wisatawan negara tertentu selama ini dinilai belum memadai. Sebagai contoh, tahun lalu, wisatawan Cina ke Indonesia mencapai 900.000, akan tetapi giude yang bisa melayani wisatawan Cina hanya 600 saja. Belum lagi soal layanan perhotelan, Suhendroyono mengkritik membangun perhotelan masih terpaku dengan jumlah kamar, bukan mendasarkan jumlah kunjungan seperti sudah dilakukan negara lain.
"Akibatnya kamar banyak tapi sepi. Ujungnya hanya banting harga," ungkapnya.
Dari cerahnya menatap masa depan sektor pariwisata Indonesia inilah, Ketua STIPRAM Yogyakarta optimis jurusan perhotelan bakal terus kebanjiran peminat calon mahasiswa baru.
"Apalagi banyak kampus yang sudah mulai menjalin kemitraan dengan sejumlah hotel bintang ternama di seluruh wilayah Indonesia sehingga semakin membuka peluang dalam menempatkan ahli-ahli perhotelan yang diluluskan setiap tahunnya," pungkasnya usia mewisuda ratusan mahasiswa D3 Parhotelan dan S1 hospitaly STIPRAM Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga pelajar di Sragen diamankan polisi usai bikin konten pocong jadi-jadian di TikTok. Aksi demi viral ini sempat bikin heboh warga.
Ratusan driver Gojek di Jogja gelar aksi solidaritas kawal sidang Nadiem Makarim. Mereka menuntut transparansi dan keadilan bagi sang pendiri Gojek.
DPUPRKP) Gunungkidul akan melanjutkan proyek normalisasi luweng yang mulai dilaksanakan di 2025. Di tahun ini, normalisasi akan menyasar Luweng Gabluk Ponjong.
Gaji ke-13 cair mulai hari ini, 2 Juni 2026! Cek rincian besaran untuk ASN, TNI, Polri, dan pensiunan serta jadwal pencairannya di sini.
Apple rilis iOS 26.5.1 untuk perbaiki bug pengisian daya di iPhone Air dan iPhone 17. Simak rincian dan cara update sistem Anda di sini.
Simak kalender fenomena langit Juni 2026, mulai dari konjungsi planet hingga puncak hujan meteor. Catat tanggal dan tips pengamatannya di sini.