Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Banyak saluran air limbah di Jogja tidak berfungsi
Harianjogja.com, JOGJA- Asosiasi Kelompok Swadaya Masyarakat Sanitasi Seluruh Indonesia (Aksansi) menyebutkan masih banyak Instalasi Saluran Air Limbah (IPAL) komunal di Jogja yang bermasalah.
Persoalan tersebut pelu ditangani secara menyeluruh dengan melibatkan masyarakat.
"IPAL di Kota Jogja ada 10-an yang rusak, bahkan ada yang dibiarkan menjadi tempat sampah oleh masyarakat," kata Staf Aksansi Vona Magdalena disela-sela Seminar Pembangunan Bidang Sanimas Untuk Konservasi Sumber Daya Air Berkelanjutan di Jogja Nasional Museum, Minggu (22/3/2015).
Menurut Vona, salah satu IPAL yang rusak dan menjadi tempat sampah terletak di Jalan Mataram, Jetis, Jogja. Kondisi tersebut, menurutnya berdampak pada masyarakat sekitar.
Untuk membangun sanitasi yang berkelanjutan, kata dia, perlu keterlibatan masyarakat karena persoalan sanitasi tidak hanya membuang limbah namun juga tentang kesehatan masyarakat, menjaga kebersihan air tanah, lingkungan sekitar.
"Masyarakat juga perlu mengetahui cara membangun dan merawat IPAL komunal mau pun IPAL rumah tangga," kata Vona.
Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Ahmad Sarwadi mengatakan, cara membangun IPAL rumah tangga yang baik adalah konstruksi IPAL dipastikan kedap terhadap air (tidak bocor) dan jarak minimal antara IPAL dengan sumur air bersih minimal 11 meter.
"Masih banyak pembangunan IPAL atau septic tank di masyarakat belum memenuhi syarat," katanya.
Ahmad Sarwadi juga mengingatkan pada masyarakat bahwa terjadinya kekeringan air sumur di pemukiman warga karena tak ada resapan air hujan di sekitar rumah.
"Kalau lahan sempit masyarakat bisa membuat sumur resapan untuk menampung air hujan, jadi air hujan tidak terbuang," kata Sarwadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.