Hajatan FIFGROUP Sleman II Diserbu Pengunjung
Hajatan FIFGROUP Sleman II berlangsung meriah dengan berbagai promo menarik, mulai dari angsuran hemat hingga pembiayaan haji.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Abdi dalem memotong dan merapikan dahan pada kedua pohon beringin di Alun-alun Utara Yogyakarta, Kamis (30/10/2014). Pohon yang diberi nama Kyai Dewadaru, yang melambangkan persatuan antara Sultan dan Tuhan, dan Kyai Janadaru, melambangkan persatuan Sultan dan rakyat. Sekali dalam setahun kedua pohon tersebut dipangkas dan dirapikan.
Penataan Kota Jogja untuk revitalisasi kawasan Kraton mempengaruhi jumlah pendapatan pelaku usaha.
Harianjogja.com, JOGJA-Revitalisasi kawasan dalam benteng Kraton Ngayogyakarta berdampak pada penurunan omzet pelaku usaha di sekitar Alun-alun Utara. Pasalnya, sejak larangan bus-bus wisata parkir di Alun-alun diberlakukan, okupansi wisatawan di sekitar lokasi turun drastis.
Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranawa Eryana mengatakan pesatnya pembangunan hotel di Jogja tidak diimbangi dengan infrastruktur yang memadai. Selain lahan parkir, destinasi wisata di Jogja yang belum banyak bertambah mengakibatkan Jogja mulai tidak dilirik travel agent. Alhasil, okupansi wisatawan ke Jogja turun drastis jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Kebijakan pariwisata yang dikeluarkan pemerintah tidak diimbangi dengan jumlah hotel yang dibangun saat ini. Kadang-kadang, pemerintah enggak ngeeh dengan kebijakan yang dikeluarkan," kritik Deddy di kantornya, Kamis (26/3/2015).
Larangan bus-bus wisata untuk parkir di sekitar Alun-alun Utara berdampak tidak hanya travel agent, tetapi juga pelaku usaha di sekitar Kraton. Bahkan, jumlah pengunjung ke Kraton Jogja turun. Tidak hanya itu, para pelaku usaha di sekitar Alun-alun Utara mulai penjual souvenir, kuliner dan PKL juga mengeluhkan pendapatannya turun drastis. Kondisi ini seperti menegaskan jika pemerintah tidak memikirkan dampak negatif dari kebijakan yang
dikeluarkan.
Dia mencontohkan, dari sejumlah pelaku usaha di sekitar Kraton di antaranya bergerak di bisnis kuliner/restoran yang menjadi anggota PHRI DIY. Seperti Restoran Baleraos, Restoran Pendopo Dalem dan lainnya. Mereka mengaku sejak kebijakan larangan parkir di Alun-alun diberlakukan, pendapatannya turun.
"Ini dampak yang terjadi. Kami bukan menolak atau menentang kebijakan yang dikeluarkan. Tetapi kami butuh solusi. Misalnya, bus-bus ukuran kecil bisa dibolehkan masuk area tersebut," ujarnya kepada Harianjogja.com.
Terpisah, Owner Pendopo Ndalem M. Irsyam mengatakan akibat kebijakan revitalisasi jeron benteng dan larangan bus pariwisata parkir. Di Alun-alun omzet usahanya turun 40%. Dia berharap agar pemerintah memberikan solusi terkait persoalan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hajatan FIFGROUP Sleman II berlangsung meriah dengan berbagai promo menarik, mulai dari angsuran hemat hingga pembiayaan haji.
Gempa NTT M7,7 membuat lebih dari 5.000 warga mengungsi. Tiga kabupaten menetapkan status tanggap dan siaga darurat.
Gebyar Fest 81 Bank Jateng melibatkan 1.100 debitur dengan penyaluran kredit Rp279 miliar serta 453 booth UMKM.
Promo 17 Agustus 2026 hadir dari KAI, Ancol, CFC, Kopi Kenangan hingga Gramedia dengan diskon dan paket hemat.
Operasi SAR pascagempa Mbay Nagekeo memasuki hari kedua. Pencarian difokuskan di Manggarai dan Manggarai Timur dengan 112 orang terdampak.
Pasar Ngasem semarak HUT ke-81 RI dengan ikat kepala Merah Putih, permainan kemerdekaan, serta jenang dan wingko gratis.