Wonogiri Putar Haluan Ekonomi, Pariwisata dan Ekraf Jadi Andalan Baru
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Ilustrasi kloset untuk jamban keluarga sehat. (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Sanitasi lingkungan di Kulonprogo membaik. Namun masih ada sekitar 20.000 KK yang belum memiliki jamban sehat.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Akses masyarakat Kulonprogo untuk bisa buang air besar sudah mengalami peningkatan. Namun, pengadaan sanitasi yang layak dan sehat masih belum dilakukan dengan baik.
"Tahun ini program pembangunan jamban sehat masih terus dilakukan. Jamban sehat yang akan kami bangun tahun ini diperuntukan sekitar 550 rumah tangga sasaran [RTS]," ujar Kasi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kulonprogo Rustopo saat dihubungi Harianjogja.com, Minggu (29/3/2015).
Rustopo mengatakan nilai bantuan yang akan diterima juga masih sama. Setiap rumah tangga sasaran akan mendapatkan bantuan jamban sehat senilai Rp1 juta. Dia tak menampik, jumlah RTS yang belum memiliki jamban sehat masih cukup banyak. Oleh karenanya, melalui gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dapat memicu kesadaran masyarakat untuk melengkapi rumahnya dengan sanitasi yang baik, layak dan sehat.
"Masyarakat yang belum memiliki jamban sehat masih sekitar 13 persen atau sekitar 15.000 KK sampai 20.000 KK yang belum memiliki jamban sehat," ungkap Rustopo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
PDAM Sleman petakan wilayah rawan air saat kemarau 2026. Godean hingga Pakem berpotensi alami tekanan rendah.
9 WNI relawan Gaza dibebaskan dari Israel. Pemerintah pastikan mereka dalam perjalanan pulang ke Indonesia.
Polres Bantul sita 256 botol miras ilegal dari tiga lokasi. Tiga pelaku diamankan dalam operasi dua hari.
Satgas PASTI hentikan CANTVR dan YUDIA. Modus investasi bodong dan kerja paruh waktu, masyarakat diminta waspada.
Kemendag minta UMKM laporkan pungli dan gangguan usaha. Pemerintah janji lindungi pelaku usaha kecil.