Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Seorang pembeli tengah memilih dagangan dilapak pedagang sembako di Pasar tradisional Piyungan. Pada hari pertama berlakunya harga baru BBM, sejumlah harga kebutuhan pokok untuk non-pabrikan sudah mulai berguguran seperti sayuran, daging, telur, beras dan cabai. (JIBI/Harian Jogja/Endro Guntoro)
Harga kebutuhan pokok, utamanya cabai mengalami penurunan.
Harianjogja.com, BANTUL-Satu minggu pasca-kenaikan harga BBM, sejumlah bahan pokok mengalami penurunan harga. Cabai merupakan salah satu kebutuhan pokok yang terlihat paling menonjol mengalami penurunan.
Berdasarkan survei Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Bantul akhir minggu ini di Pasar Bantul, Imogiri dan Pleret, baik cabe besar maupun rawit mengalami penurunan harga. Harga cabe rawit merah yang sebelumnya Rp30.000 menjadi Rp25.000. Cabai rawit hijau Rp10.000 jadi Rp8.000 dan cabe merah keriting dari Rp18.000 jadi Rp15.000.
Kepala Dinas Perindagkop Bantul Sulistyanta menjelaskan harga BBM memang mempengaruhi harga kebutuhan pokok. Namun pengaruhnya hanya dari aspek distribusi.
“Kenaikan jenis sayur harus dilihat dari sisi panen, dari hasil produksinya. Jumlah produksi melimpah, harga turun,” kata dia, Sabtu (4/4/2015).
Saat ini petani cabai mulai memanen hasil tanamnya. Stok yang melimpah membuat harga di pasaran menjadi turun. Di daerah Bantul bagian selatan, kata Sulis, para petani sudah memulai menanam cabai sejak beberapa bulan yang lalu. Awal Bulan April ini diprediksi mengalami peningkatan produksi.
“Jadi yang perlu dilihat, kenaikan komoditas itu pertama karena pasokan dan permintaan,” tandasnya.
Kasi Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Disperindagkop Bantul Zanita Sri Andanawati mengatakan, update harga dilakukan Disperindagkop pada Kamis (2/4/2015). Dua hari sebelumnya, Selasa (31/3/2015), harga cabai rawit merah naik dari Rp25.000 menjadi Rp28.000. Hingga kamis, komoditas jenis sayuran ini masih merangkak hingga Rp30.000 dan akhirnya turun lagi menjadi Rp25.000.
“Sayuran lain yang harganya turun adalah kobis. Dari Rp8.000 jadi Rp6.000,” kata Nita. Menurutnya, kenaikan BBM Sabtu (28/3/2015) lalu tidak member dampak yang signifikan terhadap harga kebutuhan pokok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Kemkomdigi memblokir 3,45 juta situs judi online sejak Oktober 2024. Perputaran dana judol 2025 tercatat Rp286 triliun.
Pratama Arhan memperkenalkan Inka Andestha sebagai kekasih barunya lewat unggahan romantis di Instagram usai resmi bercerai dari Azizah Salsha.
Sony resmi membawa PS5 Pro ke Indonesia mulai 20 Mei 2026 dengan harga Rp15,499 juta. Ini spesifikasi, fitur AI, dan peningkatannya.
Libur panjang mendongkrak wisata Bantul. Sebanyak 35.011 wisatawan berkunjung dengan retribusi mencapai Rp506,3 juta.
Fitur Instants Instagram bikin banyak pengguna salah kirim foto. Berikut cara menonaktifkan dan membatalkan Instants agar privasi tetap aman.