Pemberdayaan Masyarakat dan Semangat Pembangunan Indonesia
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
Kekerasan Bantul yang diduga dilakukan polisi pada Sabtu (4/4/2015) bermula dari larangan melintas area terlarang.
Harianjogja.com, BANTUL—Penganiayaan kembali terjadi. Kali ini menimpa seorang warga Dusun Nogosari, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Junianto.
Diduga Junianto menjadi korban penganiayaan dua polisi yang berjaga di Sekolah Polisi Negeri (SPN) Jogja. Dia dianiaya pada Sabtu (4/4/2015) sore lantaran melintas di areal persawahan yang diklaim SPN sebagai daerah terlarang bagi warga. Lokasi SPN berada di Desa Selopamioro.
Menurut keterangan warga desa setempat yang tidak mau disebutkan namanya, warga memang dilarang melintas di areal terlarang itu. Namun karena kawasan itu merupakan jalan utama menuju areal persawahan warga, banyak warga yang menerobos portal. SPN sudah pernah berencana membangunkan jalan alternatif tapi belum terealisasi hingga sekarang.
Perselisihan warga dengan SPN didasarkan pada masalah akses. Warga menuntut diberi jalan menuju ke tanah garapan mereka. Pemerintah dan pimpinan SPN sudah pernah meninjau lokasi tersebut. Namun karena kendala anggaran, hingga kini jalan alternatif yang dijanjikan urung direalisasikan.
Warga yang mengetahui penganiayaan itu akhirnya berbondong-bondong mendatangi SPN pada malam harinya.
“Kami cuma ingin tahu polisinya yang mana. Tapi karena yang piket enggak ada, kami cuma sampai di gerbang,” kata dia.
Dalam kasus ini, SPN dan warga akan melakukan mediasi Senin (6/4/2015) ini bersama perangkat desa setempat.
Terpisah, Kapolres Bantul, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Surawan mengaku belum menerima laporan tentang dugaan penganiayaan tersebut. Namun pihaknya akan mengklarifikasi kejadian itu.
“Kami akan koordinasi dengan Provost SPN. Kami akan mediasi agar semuanya berjalan dengan baik,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
Kunjungi Kontingen Sleman di Jamnas XII, Bupati Sleman Harap Peserta Mendulang Ilmu dan Pengalaman
Stunting pada anak masih dapat dioptimalkan jika ditemukan dan ditangani sedini mungkin. Dokter gizi menjelaskan tanda dan langkah penanganannya.
361 siswa di Karo diduga keracunan usai menyantap MBG. Satu siswa dirawat intensif di RSU Haji Medan karena mengalami penurunan kesadaran.
Polisi mengamankan pria yang diduga berkaitan dengan pelemparan benda diduga molotov di dua Pos Lantas Surabaya. Kota dipastikan kondusif.
RSUP Dr. Sardjito, UGM, dan PERKI Cabang Jogja menggelar deteksi dini penyakit jantung di Gunungkidul untuk menemukan faktor risiko warga.