Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp242 Miliar
Pembunuhan Kulonprogo yang menimpa seorang warga Pendoworejo masih terus diusut
Harianjogja.com, KULONPROGO-Penyelidikan untuk mengungkap http://jogja.solopos.com/baca/2015/04/06/pembunuhan-kulonprgo-kasus-kematian-parno-jadi-prioritas-591874" target="_blank">kematian Parno, 55, petani asal Dusun Kamal, Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo terus dilakukan Jajaran Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Kulonprogo.
Setelah memeriksa lima orang saksi, ada enam orang lagi yang dimintai keterangannya sebagai saksi.
Kasat Reskrim Polres Kulonprogo, AKP Ricky Boy Sialagan mengatakan penyelidikan kasus tersebut akan diintensifkan. Pertanyaan yang diajukan kepada para saksi berkisar tentang kronologis kejadian yang mereka ketahui.
“Sejak kemarin kami sudah memeriksa lima orang saksi. Hari ini [Senin] ada tambahan enam orang dari pihak tetangga dan keluarga yang akan kami cek alibinya,” ungkap Ricky, Senin (6/4/2015).
Hingga Senin siang, Ricky mengaku belum ada bukti baru yang ditemukan tim penyelidik. Penetapan tersangka pun belum dilakukan. Namun, pihaknya mulai menemukan titik terang dari hasil penyelidikan sementara.
“Memang ada beberapa hal yang mencurigakan tapi nanti akan kami kroscek,” ujarnya.
Dugaan motif awal tewasnya korban adalah masalah pribadi. Namun, Ricky menambahkan, polisi juga mendalami kemungkinan adanya motif lain yang bisa jadi awal mula rencana pembunuhan tersebut.
“Misalnya motif ekonomi. Walau bukan perampokan, mungkin bisa juga ada kaitannya,” katanya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Parno, ditemukan tewas bersimbah darah di depan pintu rumahnya pada Sabtu (4/4/2015) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Korban ditemukan oleh istrinya, Mujiyem, 55, yang kemudian segera memanggil anaknya untuk memberitahu adik kandung korban, Narimo, 36, yang tinggal di sebelah rumahnya.
Saat itu korban dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Kenteng Nanggulan lalu jenazahnya diautopsi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr.Sardjito.
Tiga luka ditemukan pada tubuh korban di bagian punggung atas, pinggang atas sebelah kiri, dan paha atas kiri. Ketiga luka tersebut diduga akibat sabetan benda tajam.
Sementara itu, Narimo, adik kandung korban berharap pelaku yang membunuh kakaknya segera ditemukan. “Supaya jelas duduk permasalahannya,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ranking Liga Indonesia naik lima peringkat ke posisi 20 Asia versi AFC berkat kontribusi Persib Bandung dan Dewa United di kompetisi Asia.
Disdik Gunungkidul memastikan daya tampung sekolah SPMB 2026 mencukupi. Jadwal pendaftaran TK, SD, dan SMP mulai Juni 2026.
Dua jukir viral di GOR Sritex Solo diamankan polisi usai diduga mematok tarif parkir mobil hingga Rp20.000 tanpa karcis.
Komisi III DPR menegaskan penggunaan APBN untuk sapi kurban Presiden Prabowo sah secara hukum dan syariah.
Kasus kekerasan daycare Little Aresha Sorosutan memasuki tahap sidang. Tim hukum dampingi korban dan siapkan restitusi.