Harga Oli Pertamina Naik 17 Persen, Ini Penyebabnya
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Ilustrasi embung (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Air bersih dan ketersediaan diupayakan dengan memperbanyak sumur resapan serta embung.
Harianjogja.com, JOGJA-Selain embung dan sumur resapan, Bantul, Sleman, Kota Jogja dan DIY
menyiapkan solusi lain mengatasi keterbatasan air bersih.
Kepala Bidang (Kabid) Penyediaan dan Pembinaan Sumber Daya Air (PPSDA), Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM) Kabupaten Sleman, Warsono mengatakan SDAEM telah memperbanyak embung dan sumur resapan untuk tetap menjaga keberlangsungan daerah resapan di Sleman. Hingga saat ini, tercatat sudah ada 24 embung yang tersebar di Kecamatan Pakem, Turi, Depok, Ngemplak, Cangkringan, Mlati, Sleman dan Seyegan.
“Sumur resapan hampir di semua kecamatan ada,” kata Warsono di kantornya, Jumat (10/4/2015)
Menurutnya setiap penutupan lahan permanen sebesar 60 meter persegi harus dikompensasi dengan pembangunan sumur resapan berkapasitas tiga meter kubik.
Sementara itu, dengan maraknya pembangunan hotel dan apartemen, PDAM Sleman berupaya agar pemilik maupun pengembang hotel tidak membuat sumur tanah dalam. Pasalnya, hal itu akan berbenturan dengan kebutuhan air masyarakat sekitar. Direktur PDAM Dwi Nurita mengatakan sebaiknya hotel dan apartemen menggunakan air PDAM.
Hingga saat ini, PDAM memiliki tiga jenis sumber air. Pertama adalah mata air dengan debit mencapai 80 liter per detik, sumur dangkal 110 liter per detik, dan sumur dalam 90 liter per detik.
“Jika ditotal ada 280 liter per detik. Padahal kapasitas debit kami [PDAM Sleman] 360 liter per detik jadi masih ada sisa 70 liter per detik. Cukup untuk sampai 2016,” kata Dwi.
Ia mengatakan, pasokan untuk hotel terutama yang memiliki kolam renang, mencapai dua liter per detik. Besaran debit air itu akan memicu berkurangnya pasokan air PDAM, terutama untuk kebutuhan rumah tangga. Oleh karena itu, PDAM akan menaikkan kapasitas air hingga 50 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan air di hotel, bangunan modern lainnya dan juga rumah tangga.
Kepala Bagian Distribusi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Kabupaten Bantul, Budiman mengatakan, guna mengatasi krisis air akibat penggunaan sumur yang kian marak, pemerintah daerah seperti Bantul, Sleman dan Kota Jogja telah menandatangani nota kesepahaman dengan pemerintah DIY untuk menyedot air dari Sungai Progo pada 2016.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran harus berjalan beriringan dalam Malam Tirakatan HUT ke-81 RI.
Sebanyak 683 dari 794 BTS terdampak gempa NTT telah pulih. Komdigi mencatat 111 site masih mengalami gangguan.
Simak jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo pada Senin 17 Agustus 2026, lengkap dengan jam keberangkatan dari Tugu dan Kutoarjo.
Sukardi meraih gelar doktor di FH UII setelah meneliti nalar hakim dalam pembuktian kesengajaan ganda pada kasus korupsi kolektif.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dari Stasiun Tugu Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan setiap stasiun.