PAMERAN JOGJA : The Parade Beri Ruang Kembangkan Bakat

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Selasa, 14 April 2015 05:20 WIB
PAMERAN JOGJA : The Parade Beri Ruang Kembangkan Bakat

Farid dari FSTVLST memberikan materi dalam workshop doodling di JEC, Jumat (10/4/2015). (Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah)

Pameran Jogja, The Parade juga memberikan kesempatan bagi pengunjung mengembangkan bakat dibidang doodling.

Harianjogja.com, BANTULThe Parade 2015 ajang clothing exhibition yang erat hubungannya dengan
desain, memberikan kesempatan mengembangkan bakat dalam workshop doodling.

Workshop doodling diberikan dalam waktu tiga hari selama The Parade 2015 berlangsung. Hari pertama, workshop dipandu oleh Farid dari FSTVLST, hari berikutnya oleh Sari dari White Shoes and The Couples Company, serta Anto Motulz. Dalam workshop tersebut, Farid memberikan materi singkat mengenai doodling. Ia juga meminta peserta terlibat dalam membuat karya doodling.

“Melalui doodle [art], kita [si penggambar] bisa mengekspresikan diri. Misalnya tentang apa yang dirasakan  saat itu,” imbuh dia. Doodle art memang seni teknik menggambar sembarang berbentuk cenderung abstrak dan spontan.

Ia kemudian meminta peserta untuk membuka media sosial (Twitter) yang dimiliki dan membaca tweet paling atas. Peserta harus memvisualisasi apa yang dia baca di atas kertas sketsa. Ia meminta peserta untuk mengekspresikan diri tanpa perasaan tidak bisa menggambar.

Salah satu board committee The Parade, Ari Wulu mengungkapkan, The Parade memiliki ciri khas yang membedakan dengan event serupa. Menurutnya, ajang yang diprakarsai Kreatif Independen Clothing Kommunity (KICK) Jogja ini tak hanya sekedar clothing exhibition. Namun, event ini turut mengangkat komunitas yang ada sehingga nuansa gathering akan sangat terasa.

Weimpy Adhari dari KICK Yogyakarta menambahkan, melalui The Parade 2015, diharapkan perkembangan bisnis clothing yang dimotori anak muda bisa meningkat. Menurutnya, setiap tahun ada
pertumbuhan yang baik di industri clothing di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Peminatnya juga
semakin luas. Tak hanya pemuda, namun juga dewasa, hingga anak-anak.

Salah satu indikasinya, yakni pengunjung event The Parade dan nilai transaksi yang ada. Menurutnya,
pengunjung The Parade dari tahun ke tahun selalu menyentuh angka 40.000 orang. Bahkan, pada 2010 dan 2012 menembus angka 60.000 pengunjung. Selain itu, nilai transaksi selama The Parade pun cukup besar.

“Kalau dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, transaksi selama The Parade bisa menembus
angka Rp3 miliar. Tahun ini diharapkan bisa sama,” lanjut dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis