Pilur Serentak Gunungkidul 2026: DPS Tetapkan 120.856 Calon Pemilih
DPS Pilur Gunungkidul 2026 ditetapkan sebanyak 120.856 calon pemilih di 31 kalurahan. DPT dijadwalkan ditetapkan pada 24 Agustus 2026.
Ilustrasi Pilkada Langsung (JIBI/Dok)
Pilkada Gunungkidul, hingga saat ini ada beberapa nama calon independen yang maju sebagai calon bupati.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Hingga saat ini, sudah ada beberapa calon yang mendeklarasikan
diri sebagai calon bupati dari jalur perseorangan. Nama-nama yang muncul antara lain Ketua Ikatan
Keluarga Gunungkidul (IKG) Benyamin Sudarmaji, dan aktivis Dadang Iskandar.
Dadang Iskandar
Salah satu calon independen, Dadang Iskandar mengklaim sudah memperoleh dukungan sekitar 80.000 warga. Dia pun yakin bisa memenuhi persyaratan dari KPU.
“Memang tidak mudah untuk mendapatkan dukungan itu, karena harus mendatangi warga satu-satu,”
kata Dadang, Senin (20/4/2015)
Benyamin Sudarmaji
Hal senada juga diungkapkan Ketua IKG Benyamin Sudarmaji. Malahan guna mewujudkan ambisi itu, ia telah menunjuk Mustangid sebagai wakil bupatinya.
“Masih dalam proses pengumpulan dukungan, kalau sudah memenuhi baru akan kami deklarasikan. Saat ini dukungan yang saya peroleh baru di angka 30.000an KTP,” kata Benyamin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPS Pilur Gunungkidul 2026 ditetapkan sebanyak 120.856 calon pemilih di 31 kalurahan. DPT dijadwalkan ditetapkan pada 24 Agustus 2026.
Verifikasi LP2B nasional mencapai 86,08 persen. ATR/BPN menargetkan angka 87 persen rampung tahun ini, lebih cepat dari target 2029.
BPJS Ketenagakerjaan mencatat 125.000 pekerja PHK telah mencairkan JHT hingga Juli 2026, sementara 31.000 pekerja menerima JKP.
Megawati Soekarnoputri menyoroti eksploitasi tambang dan hutan yang dinilai hanya menguntungkan segelintir pihak serta mengancam generasi mendatang.
BGN mempertimbangkan test kit di setiap dapur SPPG untuk mendeteksi kandungan berbahaya pada makanan dan mencegah keracunan MBG.
BI mencatat transaksi KKI pemerintah mencapai Rp147,8 miliar pada triwulan II 2026, naik 69,5 persen dibanding tahun sebelumnya.