Mantan Kades Diusulkan Jadi Pj Kepala Desa, Ini Alasannya
Kepala Desa Kasegeran Saifuddin mengusulkan mantan kades menjadi Pj. kepala desa saat audiensi dengan pimpinan DPR RI.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Walijan dan Mujinah, orang tua dari Faqih Amrullah terdakwa tindak pidana kekerasan dan penganiayaan menunjukkan foto-foto anaknya saat mengadukan nasib purtranya kepada Jogja Police Watch (JPW) Yogyakarta di jalan Jenggotan, Pinggit, Yogyakarta, Selasa (28/04/2015). Faqih yang ditangkap Januari lalu ditembak sebanyak enam kali pada bagian kaki kanannya saat menjalani pemeriksaan di kepolisian, JPW menyesalkan kejadian itu dan akan melayangkan surat protes keras kepada kapo
Pembacokan Sleman telah tertangkap pelakunya. Orang tua pelaku melaporkan bahwa anaknya dianiaya saat diperiksa
Harianjogja.com, JOGJA-Orangtua Faqih Amrullah, 22, terdakwa http://jogja.solopos.com/baca/2015/01/13/pembacokan-sleman-tersangka-akan-jalani-tes-kejiwaan-567494" target="_blank">kasus pembacokan di Sleman, melaporkan tindak kekerasan yang dialami anaknya selama masa penyidikan di kepolisian ke Jogja Police Watch, Selasa (28/4/2015).
Seperti yang diketahui, kasus pembacokan telah memasuki masa persidangan dengan agenda keterangan saksi-saksi di Pengadilan Negeri Sleman.
Faqih dijerat dengan Pasal 340 junto 338 junto 170 junto 351 KUHP dengan ancaman 20 tahun penjara.
Mujinah, ibu Faqih, menuturkan, selama dalam penyidikan di kantor polisi, anaknya dipaksa mengaku sebagai pelaku pembacokan. Bahkan, ungkapnya, Faqih ditembak kaki kanannya sebanyak enam kali.
"Dipaksa mengakui telah melakukan pembacokan, bahkan diancam akan digulung [dihajar] saat di Cebongan [Lembaga pemasyarakatan]," ujarnya dalam jumpa pers. Kedua mata Faqih, imbuhnya, juga ditutup dengan lakban.
Tidak hanya itu, ia menemukan perbedaan lokasi tempat penangkapan sang anak. Dari petugas yang mengantarkan surat penahanan, kata Mujinah, Faqih ditangkap di Pendowoharjo, Ngaglik.
Sementara saat di Polsek Depok Timur ia mendapat informasi sang anak ditangkap di Tajem, Maguwoharjo. "Saya jadi tanda tanya sendiri, apalagi kata anak saya dia ditangkap di Gondanglutung, Donoharjo, Ngaglik," paparnya.
Mujinah juga heran dengan pengakuan polisi yang ditayangkan berita di televisi. ERA, terangnya, yang masih saudara dengan anaknya justru diaku sebagai anak baik. Padahal, dia paham sekali perilaku ERA yang tidak seperti anak kebanyakan.
Ketua Jogja Police Watch (JPW) Asril Sutan Marajo mengatakan akan melayangkan surat protes kepada Polda DIY yang diteruskan kepada Kapolri.
"Kami melakukan pendampingan terhadap kasus ini dan secepatnya mengirimkan surat," tuturnya.
Ia berharap dapat bertemu langsung dan berkoordinasi dengan penasihat hukum Faqih supaya persoalan ini segera selesai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kepala Desa Kasegeran Saifuddin mengusulkan mantan kades menjadi Pj. kepala desa saat audiensi dengan pimpinan DPR RI.
Asap kebakaran Gunung Bromo mulai terbatas dan api terkendali. Petugas gabungan tetap siaga karena masih ditemukan sisa bara.
Nglanggeran didorong menjadi model desa wisata nasional setelah meraih Best Tourism Village Award 2021 dari UN Tourism.
Kapal Virgo Transport 8 membawa 243 orang dan hilang kontak di Laut Jawa. Sebanyak 103 orang dievakuasi, enam meninggal dan 140 masih dicari.
Tol Jogja-Solo ruas Purwomartani-Maguwoharjo mulai menyentuh Ring Road Utara. Separator 1,5 km dibongkar untuk struktur tol elevated.
367.064 penerima bansos Jateng terindikasi judol. Sebanyak 12.226 warga menjalani proses sanggah dan data masih terus diperbarui.