Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Pensiunan diminta untuk tidak mudah tergiur investasi
Harianjogja.com, SLEMAN-Sebanyak 560 pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Kabupaten Sleman akan mengalami purna tugas (pensiun) pada tahun 2016. Bupati Sleman, Sri Purnomo, meminta kepada mereka agar tidak mudah tergiur modus investasi usai menerima surat keputusan (SK) pensiun.
Hal itu disampaikannya dalam pembekalan calon pensiunan di aula unit 1 Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Selasa (28/4/2015).
"Nanti setelah menerima uang taspen harus hati-hati. Jangan tergiur ajakan orang lain dengan modus investasi karena selama ini banyak modus dilakukan untuk berbagai tindak yang tidak benar," kata Sri.
Setelah menerima dana taspen, tidak menutup kemungkinan jika pensiunan akan menerima iming-iming untuk berinvestasi. Iming-iming bunga besar kadang memang menggiurkan tapi ujung-ujungnya ada penipuan dan hal itu perlu diwaspadai.
Sri mengatakan, setelah menerima Taspen, pensiunan jangan menggunakan semua uang yang diterima untuk modal usaha. Perlu disisakan sebagian dana untuk persiapan di kemudian hari dan kebutuhan mendadak. Seperti jika sedang sakit dan membutuhkan perawatan di rumah sakit.
Pembekalan yang dilakukan pemerintah kabupaten Sleman ini merupakan bentuk kepedulian terhadap para calon pensiunan yang telah puluhan tahun mengabdikan diri. Sisi lain agar PNS yang akan berakhir masa kerjanya itu tidak terkesan dibiarkan pergi tanpa ada perhatian dari pemerintah daerah.
Melalui pembekalan itu, Pemkab Sleman juga memberi arahan agar setelah pensiun, para pensiunan dapat menggali potensi yang dimiliki. Potensi yang ada dapat dikembangkan menjadi sebuah usaha sehingga pensiunan dapat mengisi waktu luang sebagai wirausahawan.
Pembekalan dan pelatihan menurut Sri merupakan salah satu cara untuk mempersiapkan calon pensiunan menjadi wirausahawan handal. Calon pensiunan perlu dididik dan dilatih agar mempunyai sikap mental baru sebagai wirausahawan yang ulet, tangguh dan kreatif.
Selain itu perlu juga dibekali ketrampilan aplikasi pengelolaan manajemen, administrasi dan keuangan dalam kewirausahaan. Sedangkan jenis wirausaha dapat disesuaikan dengan kemampuan fisik, mental dan kemampuan dana yang ada.
"Untuk mengembangkan wirausaha, modal utama yang sangat dibutuhkan adalah semangat berusaha yang pantang menyerah, inovatif dan kreatif. Sedangkan modal materi atau uang, sesungguhnya hanya pelengkap dalam sebuah usaha," jelas Sri.
Masa tugas dari 560 PNS itu memang akan segera berakhir namun Sri meminta agar hal itu tidak mengurangi etos kerja pegawai.
"Jangan sampai ada alasan karena sudah mau pensiun lalu bekerja dengan seenaknya. Hendaknya mampu menjadi contoh bagi yang muda-muda dan meninggalkan instansi dengan kesan yang baik," ujar Sri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Satpol PP Gunungkidul menertibkan pemasangan tikar-tikar di bibir Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari untuk memberikan rasa nyaman ke pengunjung
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
302 personel gabungan amankan laga PSIM vs Madura United di Bantul. Polisi siapkan pengamanan ketat dan rekayasa lalu lintas.
Tesla resmi menaikkan harga Model Y di AS setelah dua tahun. Simak daftar harga terbaru dan persaingan ketat di pasar mobil listrik.
Perbukitan Menoreh Kulonprogo disiapkan jadi pusat wellness tourism. Sungai Mudal siap, namun akses jalan masih jadi kendala utama.