Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Warga dibantu relawan bekerja bakti membersihkan tumpukan lumpur dan pasir di pemukiman warga Blunyah Gede, Desa Sinduadi, Mlati, Jumat (1/5/2015). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)
Gorong-gorong di Blunyah Gede Sinduadi Mlati Sleman jebol sehingga air menggenangi rumah warga
Harianjogja.com, SLEMAN- Gorong-gorong yang menutupi saluran drainase di Dusun Blunyah Gede, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati jebol, Kamis (30/4/2015).
Saluran drainase menuju Kali Code itu jebol dan menggenangi 25 rumah warga. Akibatnya, sebanyak 81 jiwa mengungsi.
Ketua RT 09, Hardiyanto yang rumahnya juga tergenangi air dan pasir setebal setengah meter itu menceritakan, sore pukul 15.00 WIB hujan turun dengan intensitas sedang. Warga yang sebelumnya tidak berpikir jika akan terjadi bencana pun tetap tinggal di dalam rumah. Namun setengah jam kemudian, air disertai lumpur dan pasir tiba-tiba mengalir deras dari atas karena gorong-gorong jebol.
“Kami langsung menyelamatkan diri. Ada satu warga yang terjebak dan manjat bambu sampai bambunya patah. Untungnya dia selamat. Ada juga ibu-ibu yang syok lalu sesak nafas dan akhirnya dibawa ke RS. Sakinah Idaman,” kata Hardiyanto.
Banjir yang datang secara tiba-tiba itu membuat air dengan cepat masuk ke rumah warga. Hardiyanto dan 14 rumah lainnya yang berada di perengan Kali Code sisi bawah harus menanggung kerugian lebih besar.
Pasalnya air, pasir bahkan bebatuan langsung melintasi tebing curam yang letaknya di dekat rumah mereka. Sedangkan rumah di bagian atas hanya tergenangi lumpur. “Kalau di total, yang tergenang air, pasir, dan bebatuan ada 15 rumah, termasuk saya. Lumpur ada 10 rumah,” jelasnya.
Hardiyanto mengatakan, sejak satu tahun lalu, warga Blunyah Gede sudah meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) Kabupaten Sleman untuk memperbaiki gorong-gorong. Permintaan itu menyusul adanya retakan gorong-gorong yang mengakibatkan air merembes hingga ke pemukiman warga. Namun DPU hanya menambal bagian permukaan yang retak tanpa memperbaiki secara keseluruhan.
Puncaknya, Kamis (30/4/2015) sore, gorong-gorong yang berusia puluhan tahun itu pun jebol dan berimbas pada rumah warga. Tak hanya itu, jalan kampung di daerah itu pun juga longsor karena tersapu derasnya air. Jumat (1/5/2015) pagi, seluruh warga dibantu relawanpun bekerja bakti membersihkan material.
Kepala Seksi Drainase DPUP Sleman, Zaini Anwar membenarkan jika satu tahun lalu warga Blunyah Gede pernah meminta perbaikan gorong-gorong.
“Kami memang sudah menambal yang retak tapi karena gorong-gorong itu sudah 20 tahun ya jadi tidak mampu menahan debit air. Apalagi semakin lama air itu akan menggerus bagian bawah gorong-gorong. Jadi jebol,” ungkap dia saat ditemui wartawan di lokasi kejadian.
Saat ini, pihaknya masih akan terus mencari penyebab pasti kejadian sembari mematikan aliran air di saluran drainase tersebut.
Untuk sementara waktu, gorong-gorong menuju ke Kali Code itu disumbat menggunakan kantong-kantong pasir. Debit air akan dialirkan ke arah selatan.
“Besok akan ada perbaikan permanen. Kemungkinan juga ganti kontruksi. Bisa dengan cor beton atau batu kali. Kita lihat dulu,” katanya.
Ia menegaskan bahwa perbaikan gorong-gorong akan menggunakan dana APBD di pos perawatan rutin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.