3.174 Mahasiswa UII KKN, Semua Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
Sebanyak 3.174 mahasiswa UII dilepas untuk KKN 2026 dan mendapat perlindungan JKK serta JKM BPJS Ketenagakerjaan selama menjalankan pengabdian.
Pekerja menyusun tabung elpiji kapasitas 3 kg di sebuah agen Kota Madiun, Jawa Timur, Rabu (7/1/2015). Menurut sejumlah pemilik usaha elpiji di Madiun, kenaikan harga elpiji 12 kg dari Rp116.000/tabung menjadi Rp137.000/tabung berdampak pada kenaikan permintaan elpiji subsidi kemasan tabung berkapasitas 3 kg sekitar 30%. (JIBI/Solopos/Antara/Siswowidodo)
Distribusi elpiji 3 Kg tetap pada kuota 96.000 tabung per hari.
Harianjogja.com, JOGJA-Marketing Branch Manager Pertamina DIY dan Surakarta, Freddy Anwar menyampaikan, Pertamina siap membantu pengguna elpiji 3 Kg kepada yang berhak melalui Operasi Pasar (OP). Dari sisi operasional, lanjutnya, selama ini distribusi gas berjalan lancar dan tidak ada keterlambatan penyaluran gas subsidi.
"Penyaluran gas 3kg untuk wilayah DIY normal seperti hari biasanya. Kami tidak melakukan pengurangan kuota dan tetap menyalurkan gas subsidi dengan normal. Distribusi gas 3kg di DIY sebesar 96.000 tabung per hari," ujar Freddy, Rabu (6/5/2015).
Pertamina, lanjut dia, tidak segan-segan menindak tegas jika ditemukan pangkalan dan agen yang bermain-main dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Sayangnya, hingga kini belum ada laporan terkait penimbunan atau kecurangan gas subsidi.
"Kalau warga atau masyarakat menemukan penyelewengan distribusi gas bersubsidi, segera laporkan ke Pertamina," ajaknya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM, Riyadi Ida Bagus Saylo Subali mengatakan, harga jual gas isi 3kg tembus hingga Rp21.000 per tabung.
"Saya mendapat laporan itu. Seharusnya ini tidak boleh terjadi karena harga gas melon di tingkat konsumen normalnya Rp18.000 per tabung," kesal dia, saat dihubungi wartawan, Selasa (5/5/2015).
Riyadi mengaku tingginya harga gas bersubsidi itu diduga akibat tersendatnya distribusi dari agen ke pangkalan hingga pengecernya. Dugaan lainnya, harga tinggi gas melon disebabkan masih panjangnya mata rantai distribusi gas tersebut.
"Kami tidak ingin ada yang bermain. Mereka sengaja tidak mendistribusikan supaya harga melambung tinggi. Maka pengawasan di tingkat agen harus lebih diintensifkan kembali supaya tidak terjadi keterlambatan distribusi atau ada upaya yang menimbulkan kelangkaan," ungkapnya.
Disinggung dugaan terjadinya migrasi pengguna baik dari konsumen elpiji 12 kilo maupun kayu bakar ke gas melon selama musim hujan, Riyadi juga tidak membantah. Menurutnya, penggunaan elpiji saat ini tidak hanya untuk konsumsi rumah tangga tetapi juga untuk usaha.
"Migrasi ke gas melon ini diperkirakan bisa mencapai 5 persen saja. Itu terutama terjadi di wilayah-wilayah pinggiran," imbuhnya.
Ditambah Riyadi, jangan sampai terjadi migrasi gas subsidi ke luar dan memperketat pengawasan di daerah-daerah perbatasan dengan DIY.
Selanjutnya distribusi terkendali dan mencermati kebutuhan di hari-hari tertentu, termasuk membanjirnya wisatawan yang datang ke DIY yang harus diperhitungkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 3.174 mahasiswa UII dilepas untuk KKN 2026 dan mendapat perlindungan JKK serta JKM BPJS Ketenagakerjaan selama menjalankan pengabdian.
Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 dibuka 18-30 Agustus. Simak 20 sekolah yang sebelumnya tidak mensyaratkan nilai UTBK-SNBT.
Fajar/Fikri lolos ke 16 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah mengalahkan Eloi Adam/Leo Rossi dua gim langsung di New Delhi.
Spotify memperluas Running Mode ke Android. Fitur AI ini menyesuaikan playlist dengan tempo lari, tetapi belum tersedia di Indonesia.
Pasar murah Pemkab Bantul di Pajangan diserbu warga. Harga beras, minyak, telur, gula, dan bawang dijual lebih murah dari pasaran.
Polri membantah pencegahan Febrie Adriansyah dilakukan sewenang-wenang dan menyebut tindakan itu untuk kepentingan penyidikan.