RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok)
UKM DIY dibidang tekstil menarik perhatian Ratu Denmark, Margrete II
Harianjogja.com, JOGJA-Ratu Denmark, Margrethe II berencana mengunjungi Jogja pada Oktober mendatang.
Dubes Denmark untuk Indonesia Casper Klynge mengatakan terlalu dini membicarakan detail kunjungan Ratu Margrethe II. Namun, yang jelas, kata dia, Ratu Denmark ingin mengenal kebudayaan Jogja. Selain itu juga akan membahas kerjasama perdagangan dan investasi industri ramah lingkungan.
"Ibu ratu tertarik dengan batik dan industri tekstil Jawa," kata Casper seusai bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam rangka membicarakan rencana kunjungan Ratu Margrethe II di Kepatihan, Rabu (13/5/2015)
Sultan mengungkapkan dalam pertemuannya dengan Dubes Denmark bahwa Ratu Denmark akan berkunjung ke Indonesia selama tiga hari, dua hari di Jakarta dan sehari di Jogja. Karena singkatnya kunjungan Ratu Denmark di Jogja, Sultan pun menawarkan Margrethe untuk bermalam dan makan malam di Kraton.
Kemungkinan, Ratu Denmark akan membawa delegasi ekonomi, sehingga Sultan juga akan melibatkan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) DIY untuk mempersiapkannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DP3AP2 DIY menilai kurangnya kesiapan pasangan sebelum menikah menjadi salah satu faktor yang memicu konflik rumah tangga hingga berujung pada kekerasan
BRI Bantul dukung pengusutan kasus korupsi KUR di Sanden, akui rugi finansial dan reputasi akibat ulah oknum.
Dukcapil Kabupaten Gunungkidul berhasil menyelenggarakan kegiatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) secara massal bagi warga Kalurahan Kepek
IHSG melemah 1,72% ke 5.896,13 dipicu tekanan bursa global dan saham teknologi, investor tunggu data ekonomi domestik.
Rupiah menguat ke Rp17.922 per dolar AS, didorong efisiensi anggaran MBG dan intervensi Bank Indonesia.