AI Makin Banyak Dipakai di Industri Gim, Kreator Belum Tergantikan
AI makin banyak digunakan di industri gim untuk mempercepat produksi, tetapi kreator tetap dibutuhkan karena hasil AI masih perlu diperiksa dan disempurnakan.
JIBI/Solopos/Ardiansyah Indra Kumala Siswa autis pada kelas inklusi, Regita didampingi orangtuanya mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas IV SD Negeri Manahan 1, Solo, Jumat (17/1). Pihak sekolah mengaku kekurangan Guru Pendamping Kelas (GPK) sehingga bekerjasama dengan orangtua untuk mendampingi anaknya mengikuri proses belajar.
Sekolah tolak siswa karena tuna rungu dilaporkan oleh orang tua siswa
Harianjogja.com, JOGJA-Siswa berkebutuhan khusus ditolak saat hendak mendaftar masuk ke salah SD negeri di Jogja. Hal itu diungkapkan Ketua Komite Perlindungan dan Pemenuhan Hak-hak Penyandang Disabilitas DIY, Setia Adi Purwanta seusai menerima aduan dari orangtua siswa pekan lalu.
Menurutnya, dasar dari penolakan tersebut lantaran sekolah tidak memiliki guru pendamping khusus (GPK).
Ia menguraikan, orangtua salah satu siswa melaporkan anaknya yang mengalami gangguan pendengaran atau tuna rungu tidak total hendak mengenyam pendidikan di sekolah umum.
"Orangtuanya sudah mencari informasi dan mendaftar masuk ke salah satu SD di Kecamatan Jetis tetapi disarankan oleh sekolah tersebut untuk ke SD lain dan kembali mendapat perlakuan sama yakni sekolah lain juga tidak menerima karena tidak ada GPK yang mengampu ketunaan tersebut," paparnya.
Ia menilai, pernyataan penyelenggara pendidikan atau sekolah yang tidak menolak anak berkebutuhan khusus tetapi menyarankan ke sekolah lain merupakan bentuk penghalusan dari sikap penolakan, menghindar dari tanggung jawab, serta kewajiban yang dapat mengarah pada tindakan melanggar hak asasi penyandang disabilitas.
"Kami harap Dinas Pendidikan Jogja memberikan penjelasan secara komprehensif dan melakukan upaya penyelesaian masalah yang dikeluhkan oleh orangtua siswa," imbuh Setia.
Kepala Disdik Jogja Edy Heri Suasana menyayangkan sikap sekolah yang menolak murid berkebutuhan khusus. "Seluruh sekolah di Jogja adalah sekolah inklusi dan harus siap menerima siswa berkebutuhan khusus," tegasnya, Jumat (29/5/2015).
Apabila sekolah tidak memiliki GPK yang sesuai, kata dia, seharusnya sekolah meminta bantuan ke Disdik. Pasalnya, Disdik juga sudah bekerjasama dengan pendidik luar biasa (PLB) untuk memenuhi permintaan GPK. Ia menyebutkan, saat ini terdapat 78 GPK yang aktif mengajar.
Menurutnya, jumlah tersebut lebih dari cukup karena permintaan GPK dari sekolah saat ini hanya berkisar 60 orang. "Jumlah GPK yang lebih dari cukup itu bisa kami jadwalkan untuk mengajar di sekolah inklusi secara bergiliran," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AI makin banyak digunakan di industri gim untuk mempercepat produksi, tetapi kreator tetap dibutuhkan karena hasil AI masih perlu diperiksa dan disempurnakan.
Aston Villa mengalahkan Club Brugge 3-2 pada fase liga Liga Champions dan langsung memimpin klasemen sementara dengan tiga poin.
Layanan SIM Keliling Ditlantas Polda DIY hadir di Kantor Kapanewon Godean pada Rabu 9 September 2026 mulai pukul 08.30 WIB.
Layanan perpanjangan SIM di Kulonprogo pada Rabu 9 September 2026 hadir di PJR Temon, Mal Pelayanan Publik, dan Satpas 1450 Polres.
Layanan SIM Keliling SIMMADE Polres Gunungkidul hadir di Toserba Sambipitu Patuk pada Rabu 9 September 2026 mulai pukul 09.00 WIB
Layanan perpanjangan SIM di Kota Jogja tersedia di SIM Keliling Alkid, MPP Balai Kota, Drive Thru Sijidtu, dan Satpas Polresta.