Mengenal Flores Thrust, Sesar Pemicu Gempa M 7,7 di NTT
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Ilustrasi uang tunai rupiah. (Rahmatullah/JIBI/Bisnis)
Dana desa dari program Community Development untuk desa di Kulonprogo batal cair
Harianjogja.com, KULONPROGO – Dana community development dari pemerintah DIY tahun ini batal dicairkan. Batalnya pencairan dana bantuan keuangan itu amat disayangkan pemerintah desa di di Kulonprogo.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset (DPPKA) Kulonprogo dalam portalnya, bantuan keuangan sebesar Rp4,4 miliar tidak jadi dicairkan. Penyebabnya, saat ini pemerintah desa telah menerima banyak dana, seperti anggaran dana desa (ADD) dari pemerintah provinsi dan dana desa (DD) dari pemerintah pusat.
Menanggapi hal itu Kepala Desa Tawangsari Pengasih Sigit Susetya mengatakan, batalnya pencairan dana itu amat disayangkan. Pasalnya, dana tersebut masih sangat dibutuhkan untuk pengembangan desa.
“Tahun lalu adalah pencairan [CD] terakhir. Kalau dari kami, sebenarnya dana itu masih dibutuhkan, terutama bagi perangkat desa,” ujar Sigit, Minggu (31/5/2015).
Sigit mengatakan, dana ini merupakan bantuan dari pemerintah DIY untuk setiap desa. Menurut Ketua Asosiasi Perangkat Desa Indonesia (Apdesi) Bodronoyo Kulonprogo ini, dana tersebut sangat bermanfaat untuk peningkatan kapasitas para perangkat desa.
Peningkatan kemampuan begitu diperlukan, mengingat belum semua perangkat desa fasih dalam mengoperasikan teknologi guna memudahkan administrasi desa.
“Dana sebelumnya, kami pergunakan untuk memberikan pelatihan bagi perangkat desa. Tujuannya, untuk meningkatkan kemampuan dan kinerja mereka,” jelas Sigit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
BMKG mendeteksi 696 hotspot di Kalsel pada 23 Agustus 2026. Sebanyak 29 titik masuk kategori tinggi dan risiko karhutla didominasi indikator tinggi.
Bantul memiliki indeks risiko bencana 96,02 dengan kelas sedang. Risiko gempa bumi tercatat tinggi berdasarkan IRBI 2025.
Studi 1.350 pengemudi di Inggris mengungkap fitur mobil yang jarang digunakan. Bluetooth justru menjadi teknologi yang paling sering dipakai.
Acer Medical melihat Indonesia sebagai pasar potensial teknologi kesehatan AI untuk memperluas akses layanan, terutama di wilayah terpencil.