KULINER KULONPROGO : Inilah Kopi Asli Nglinggo

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Selasa, 02 Juni 2015 19:20 WIB
KULINER KULONPROGO : Inilah Kopi Asli Nglinggo

Bisnis/Rachman HARGA KOPI NAIK Petani memetik biji kopi arabika di perkebunan kopi kawasan Desa Cibodas, Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, belum lama ini. Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Jawa Barat memprediksi harga komoditas kopi pada 2014 akan naik hingga 10%-20% dari harga jual dipasaran saat ini. Kenaikan tersebut akibat di kawasan utara dunia sudah memasuki musim salju.

Kuliner Kulonprogo diperkaya dengan adanya olahan biji kopi di Nglinggo.

Harianjogja.com, KULONPROGO- Masyarakat Dusun Nglinggo, Kulonprogo mengolah biji kopi menjadi kopi siap saji untuk menaikkan nilai jual dan mendukung sektor wisata.

Anggota Kelompok Mekar Tani Nglinggo, Kecamatan Samigaluh, Sukiyo, di Kulonprogo, Selasa (2/6/2015), mengatakan dua tahun terakhir, ia dan kelompoknya sudah tidak lagi menjual kopi dalam bentuk bijian, tapi sudah dalam bentuk kopi kemasan.

"Harga biji kopi Rp16.000 per kilogram, tapi kalau dijual sudah dalam bentuk bubuk dan kemasan, harganya mencapai Rp60.000 hingga Rp70.000 per Kg," kata Sukiyo.

Ia mengatakan ia memiliki lahan dua hektare kebun kopi, yakni jenis kopi arabika dan robusta. Kopi robusta memiliki kualitas bagus dibandingkan arabika. Harga kopi juga selisih antara Rp15.000 dan Rp20.000 per Kg.

Ia mengatakan ia setiap tahun hanya panen satu kali yakni pada Juli -Agustus. Pada bulan-bulan itu, biji kopi sudah tua dan warnanya merah.

"Setiap panen, dengan luas lahan dua hektare mampu menghasilkan enam kuintal biji kopi kering. Kami tidak menjual ke pedagang, tapi ke kelompok. Oleh kelompok diolah sendiri dan dipasarkan sendiri," katanya.

Ia mengataka seiring meningkatnya jumlah wisatasan ke Desa Wisata Nglinggo yang berwisata di kebun teh, Grojogan Watu Jonggol, dan wisata alam lainnya, permintaan kopi juga meningkat. Bahkan, ada wisatawan yang meminta diajari membuat kopi dan memetik sendiri biji kopinya.

"Kami melalui Kelompok Mekar Tani Nglinggo sudah menyiapkan peralatan dan pemandunya. Paket pemandu biasanya Rp35.000, khusus membuat kopi. Hal ini bisa menambah pendapatan ibu-ibu rumah tangga," katanya.

Sementara itu, anggota Kelompok Sadar Wisata Desa Wisata Nglinggo atau Dewa Lingga Nova Ferdy mengatakan Dewa Lingga membantu memasarkan kopi produksi masyarakat. Pihaknya memasarkan kopi melalui media sosial, pengunjung Desa Wisata Nglinggo dan melalui kedai-kedai kopi yang ada di kebun teh.

"Wisatawan biasanya menikmati kopi di kedai kopi. Kalau merasa cocok, mereka membelinya. Sejauh ini, peminatnya sangat banyak," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis