BANTUAN PERIKANAN : Bantul Beri Bantuan untuk Pengolah dan Penjual Ikan
JIBI/Solopos/Burhan Aris Nugraha Pedagang ikan melayani pembeli di Pasar Gede Solo, Jumat (24/1). Menurut pedagang harga ikan laut naik akibat cuaca buruk dan pasokan minim.
Bantuan perikanan di Bantul diberikan pada pengolah dan penjual produk perikanan
Harianjogjacom, BANTUL- Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyalurkan bantuan sarana pengolahan hasil perikanan kepada kelompok pengolah dan pemasar di daerah ini senilai Rp425 juta.
"Bantuan ini sebagai bentuk upaya secara berkelanjutan pemerintah kabupaten terhadap pengembangan dan kemajuan kelautan perikanan Bantul," kata Kepala DKP Bantul Edy Mahmud, Kamis (4/6/2015).
Bantuan sarana pengolah hasil ikan yang di antaranya berupa 'vacum sealer' dan 'freezer' itu diserahkan secara simbolis kepada kelompok pengolah dan pemasar ikan oleh Bupati Bantul di sela lomba masak ikan di Pendopo Bantul.
"Bantuan sarana rantai dingin [SRD] ini harapannya dapat dimanfaatkan kelompok dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan usaha di bidang perikanan," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Usaha, Pengawasan dan Pengendalilan DKP Bantul, Nanang Dwi Atmoko mengatakan, pada 2015 pihaknya menyalurkan bantuan berbagai sarana pengolahan ikan kepada kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan.
"Tahun ini ada bantuan sebanyak 19 jenis sarana pegolahan ikan dengan jumlah item mencapai seratus buah yang akan diberikan kepada kelompok pengolahan dan pemasar," katanya.
Menurut dia, berbagai jenis sarana pengolahan ikan di antaranya frezzer atau pendingin, colt box atau kendaraan pengangkut ikan, timbangan digital, mesin pembuat bakso, pencacah daging dan peralatan mendukung pengolahan ikan lainnya.
Ia mengatakan sasaran kelompok yang menerima bantuan sarana pengolahan ikan di antaranya mereka yang berjualan di pasar-pasar tradisional, seperti pendingin dan kendaraan pengangkut ikan itu mayoritas untuk dimanfaatkan pedagang pasar.
Menurut dia, di beberapa pasar tradisional tersebut sebelumnya memang sudah ada sarana pengolahan ikan tersebut, hanya saja belum memadai, apalagi semakin lama jumlah kelompok atau pedagang yang memasarkan hasil perikanan terus bertambah.
"Ini untuk mendukung pemasaran perikanan dengan gunakan sistem rantai dingin, sebab ikan kalau tidak dalam suhu tertentu, akan berkurang nilai gizi dan protein, disamping itu misalnya dengan mesin pendingin ikan bisa lebih tahan dalam 15 hari," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share