Semakin Banyak Warga Gunungkidul Tinggalkan Kayu Bakar, Persediaan Gas Dijamin Cukup
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Warga Jetis mengantre untuk membeli gas elpiji 3 kilogram dalam operasi pasar yang diselenggarakan oleh Pertamina di Kantor Kecamatan Jetis, Yogyakarta, Rabu (27/05/2015). Kelangkaan gas elpiji 3 Kg telah dirasakan warga sejak awal bulan, sebagia warga mengeluhkan ulah beberapa pangkalan yang menjual gas jauh dari harga eceran tertinggi. Dalam operasi pasar warga hanya diperbolehkan maksimal membeli dua tabung gas 3 Kg yang dijual dengan harga Rp 15.500 per tabung. Diharapka
Semakin banyak warga Gunungkidul yang meninggalan kayu bakar dan bealih ke gas, namun persediaan dijamin cukup hingga Lebaran
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Penggunaan kayu untuk bahan bakar oleh warga Gunungkidul semakin berkurang, dan semakin banyak warga yang beralih ke bahan bakar gas elpiji.
"Pada masa sebelumnya, penduduk Gunungkidul masih banyak menggunakan kayu bakar, sementara saat ini pengguna kompor gas sudah semakin banyak," tutur Kepala Seksi Distribusi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Pertambangan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindagkoptan ESDM) Kabupaten Gunungkidul, Supriyadi pada Selasa (16/6/2015).
Meningkatnya pengguna kompor gas dan gas melon, sudah terlihat pada Operasi Pasar (OP) gas melon beberapa waktu lalu, yang digelar di 16 kecamatan di Gunungkidul.
Dengan jatah 560 tabung per kecamatan, total pihaknya sudah menghabiskan 8.850 tabung gas melon pada OP. Hanya disayangkan, pada kecamatan Purwosari, tersisa 110 tabung.
"Pertama kita menggelar hanya di 16 kecamatan karena waktunya tidak ada, mungkin akan disusul pada OP berikutnya. Kedua, di Purwosari itu sempat takut kekurangan tabung, makanya ada lima desa di sana, yang diberi tahu ada OP hanya tiga desa, ternyata justru malah ada lebihnya," paparnya.
Kepala Disperindagkoptam ESDM Kabupaten Gunungkidul, Hidayat menuturkan bahwa jumlah penambahan kuota itu sudah diperhitungkan dengan kebutuhan warga pada bulan Ramadan dan Idul Fitri.
“Saya kira sudah cukup. Jumlah 8 persen ini juga digunakan untuk operasi pasar (OP),” terangnya.
Disperindagkoptam ESDM Kabupaten Gunungkidul memastikan kuota Elpiji tiga kilogram (gas melon) cukup hingga jelang Idul Fitri 2015.
Kepala Seksi Distribusi dan Perlindungan Konsumen Disperindagkoptam ESDM Kabupaten Gunungkidul, Supriyadi pada Selasa (16/6/2015) menerangkan, pada Juni 2015, Kabupaten Gunungkidul mendapat tambahan kuota gas melon sebesar 8% lebih besar dibanding kuota harian. Saat ini, kuota harian gas melon untuk Gunungkidul sebanyak 9.520 tabung.
Adanya penambahan kuota ini merupakan kebiasaan yang rutin didapatkan oleh Gunungkidul ketika menjelang Ramadan dan hari raya Idul Fitri atau hari raya lainnya. Jumlah tambahan kuota ini lebih banyak dibandingkan kuota pada Ramadan 2014 yang hanya sebesar 4%.
Ia menerangkan, adanya peningkatan persentase kuota tambahan gas melon disebabkan meningkatnya pengguna gas melon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share