LONGSOR GUNUNGKIDUL : Tebing Jungwok Rubuh, Belum Ada Rambu Tanda Bahaya

Uli Febriarni
Uli Febriarni Minggu, 28 Juni 2015 22:20 WIB
LONGSOR GUNUNGKIDUL : Tebing Jungwok Rubuh, Belum Ada Rambu Tanda Bahaya

Longsor Gunungkidul terjadi di tebing Jungwok.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Bukan hanya tebing Pantai Sandranan yang merupakan tebing pantai rawan ambrol. Melainkan tebing dari sebuah gunung, berukuran belasan meter yang berada di sebelah timur Pantau Jungwok, Kecamatan Girisubo pada Kamis (25/6/2015) lalu.

Pada Minggu (28/6/2015), Koordinator SAR wilayah I pantai Wediombo, Sunu Handoko Anggara mengatakan tebing itu runtuh akibat terkikis atau tergerus terjangan ombak. Dalam kejadian tersebut tidak ditemukan adanya korban jiwa.

"Karena kondisi gunung bebatuan itu setiap harinya diterjang ombak pasang," ujarnya.

Ia menjelaskan, akses gunung tersebut menuju gunung itu hanya bisa dilakukan saat kondisi pantai sedang surut, sebab jika pasang, maka jalan tertutup oleh genangan air yang tinggi. Gunung bebatuan yang roboh itu, berada cukup jauh dari jangkauan wisatawan sehingga tidak berbahaya. Setiap harinya hanya dipasang jaring oleh warga untuk mencari lobster.

Meski demikian, hingga kini masih belum ada pemasangan rambu-rambu di lokasi. Padahal menurutnya, pemasangan rambu-rambu dibutuhkan untuk mengantisipasi kondisi seperti ini, sebab banyak gunung ataupun tebing yang terletak di pesisir pantai selatan masih perlu diwaspadai.(ufe)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online