ARUS LEBARAN : Jalur Alternatif Magelang - Solo di Turi Bakal Macet Parah

Sunartono
Sunartono Senin, 29 Juni 2015 16:20 WIB
ARUS LEBARAN : Jalur Alternatif Magelang - Solo di Turi Bakal Macet Parah

Jembatan gantung di Turi Sleman. (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)

Arus lebaran mendatang jalur alternatif di Magelang-Solo melalui Turi Sleman diperkirakan bakal macet parah

Harianjogja.com, SLEMAN - Jalur alternatif Magelang - Solo tepatnya di kawasan Turi, Sleman diprediksi bakal macet parah saat arus mudik maupun balik lebaran tahun ini, karena jembatan gantung yang berada di Turi Sleman hanya bisa dilalui satu jalur secara bergantian.

Jembatan darurat itu dipasang menyusul runtuhnya bangunan jembatan tersebut akibat terjang banjir beberapa waktu lalu.

Dari pengamatan, jalur alternatif Magelang - Solo melalui Tempel - Turi - Pakem menjadi pilihan bagi pengguna jalan untuk menghindari kemacetan area kota Jogja. Meski demikian, saat ini jalur tersebut kurang mulus. Di perbatasan Desa Donokerto dan Desa Girikerto, Turi, Sleman jembatan yang roboh kini diganti dengan jembatan darurat sembari menunggu pembangunan permanen.

Jembatan darurat hanya bisa dilalui satu jalur. Sehingga tiap hari butuh pengatur lalulintas yang bersiap di pinggir jembatan. Jalur ini juga tidak dapat dilalui kendaraan ukuran besar seperti mobil boks, truk dan bus.

Satu kilometer sebelum jembatan, tepatnya di perempatan Turi, petugas telah memasang rambu-rambu agar truk dan bus berbelok ke selatan melalui Denggung, Sleman. Tidak diperbolehkan melalui jalur lurus Turi - Pulewatu melalui dusun Cepit Purwobinangun karena jalannya sempit.

Meski demikian, bus pariwisata luar kota banyak yang nekat menerobos ke jalur Turi - Pulewatu karena enggan memutar melalui Denggung dengan jarak mencapai 15 kilometer. Dampak nekatnya kendaraan besar melintas di jalur perempatan Turi - Pulewatu membuat jalan sempit itu terjadi kerusakan di sejumlah titik.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online