Adik Hilang, Suami Selamat, Tangis Keluarga Korban Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam
Keluarga korban Kapal Virgo Transport 8 menanti kabar di Surabaya. Ada yang masih mencari anggota keluarga, ada pula yang mendapat kabar selamat.
Masalah sampah di Kulonprogo kembali mencuat dengan adanya ulah warga tidak bertanggung jawab yang membuang sampah di Jembatan Girpeni
Harianjogja.com, KULONPROGO - Masyarakat masih banyak yang membuat sampah sembarangan. Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo kecewa melihat tumpukan sampah di kawasan Jembatan Giripeni.
Hasto mengaku kecewa dengan kondisi jembatan penghubung Wates dan Giripeni yang kumuh. Dalam sidak yang dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum Bidang Pertamanan dan Kantor Lingkungan Hidup Kulonprogo, Hasto menemukan sampah-sampah rumah tangga dibuang begitu saja di kawasan tersebut.
"Disinyalir ada warga yang membuang sampah sembarangan. Padahal ini adalah jembatan yang cukup besar dan vital sebagai penghubung Wates dan Giripeni," ujar Hasto, Minggu (28/6/2015).
Hasto meminta kepada SKPD terkait untuk segera menindaklanjuti persoalan tersebut. Pasalnya, sampah-sampah tersebut tidak hanya akan merusak pemandangan tetapi juga dapat mengganggu kesehatan. Pihaknya, berencana akan mengoptimalkan pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) pengelola sampah di semua wilayah Kulonprogo.
Sementara itu, Kabid Pertamanan dan Kebersihan DPU Kulonprogo Tonny mengungkapkan, sebelumnya bupati mendapatkan pesan singkat dari warga Giripeni yang menyampaikan adanya pencemaran Sungai Giripeni. Namun, ironisnya sampah-sampah tersebut bukan dari warga Giripeni.
"Warga yang melaporkan, ternyata disinyalir ada warga datang dari arah selatan lalu membuang sampah ke sungai. Aksi itu dilakukan pada malam hari," jelas Tonny.
Lebih lanjut Tonny menambahkan, selama ini warga Giripeni memiliki KSM pengelolaan sampah dan telah melakukan pengelolaan sampah dengan baik. Namun sayangnya, ada sejumlah warga di luar desa tersebut yang tidak bertanggungjawab membuang sampah sembarangan ke sungai di malam hari.
"Rencananya, warga berinisiatif untuk memperketat pengawasan. Mungkin secara bergilir warga akan mengawasi kawasan itu untuk menangkap basah pelakunya," imbuh Tonny.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Keluarga korban Kapal Virgo Transport 8 menanti kabar di Surabaya. Ada yang masih mencari anggota keluarga, ada pula yang mendapat kabar selamat.
KPK menyebut empat dari delapan tersangka suap ATR BPN diduga orang kepercayaan Nusron Wahid dalam perkara HGB di Kabupaten Bogor.
DVI Polri mengidentifikasi dua dari enam jenazah korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.
Pemerintah mendorong penindakan dugaan pelanggaran beras fortifikasi. Temuan 25 merek disebut berpotensi merugikan konsumen hingga Rp89 triliun.
Antrean Pertalite di SPBU Galur Kulonprogo mengular hingga Jalan Raya Brosot. Puluhan motor mengantre pada Senin malam.
Icomex dijadwalkan diresmikan 17 September 2026. OJK dan DPR mempercepat regulasi sebelum pengawasan BMKS beralih ke OJK pada 2027