Waspada! Katarak Kini Serang Usia Muda, Kenali Penyebab dan Gejalanya
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Pensil yang disusun menjadi replika andong (JIBI/Harian Jogja/Mal Malioboro)
Wisata Jogja pada libur lebaran dan sekolah ini diramaikan dengan replika andong yang terbuat dari pensil.
Harianjogja.com, JOGJA-Marketing and Promotion Mal Malioboro Eunike Set Satyarini mengatakan replika andong sengaja dipajang untuk menyambut Idul Fitri dan liburan sekolah.
Replika andong berukuran dua meter yang terbuat dari 32.000 pensil dipajang di area pintu masuk utara Mal Malioboro.
Para pengunjung mal, terangnya, antusias dengan replika andong. Terbukti, banyak pengunjung yang meluangkan waktu untuk membaca sejarah singkat andong serta berfoto bersama replika andong.
Dijelaskannya, andong dipilih karena menjadi salah satu ikon Malioboro dan kota gudeg.
"Andong juga merupakan perwujudan dari pelestarian budaya Jawa," ujarnya, Kamis (16/7/2015).
Ririn menambahkan replika andong menjadi wujud apresiasi mal terhadap kekhasan Jogja.
Menurutnya, keunikan andong buatan mal dapat memberi warna tersendiri bagi pengunjung Mal Malioboro saat berbelanja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Disdag Kota Jogja menemukan Minyakita dijual Rp21.000 per liter di Pasar Giwangan sebelum pedagang mendapat pembinaan.
Oman dan Iran membahas kebebasan navigasi Selat Hormuz di tengah negosiasi Iran-AS dan potensi pelonggaran sanksi minyak.
Pasangan pengantin di Bekasi rugi Rp85,5 juta usai diduga menjadi korban penipuan wedding organizer yang kabur jelang resepsi pernikahan.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat
Antrean penyeberangan saat libur Iduladha 2026 diprediksi naik hingga 20%, terutama di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.