Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Suasana arus mudik di Prambanan, Kamis (16/7/2015). (JIBI/Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati)
Lalu lintas Sleman diusulkan memiliki jembatan layang baru.
Harianjogja.com, SLEMAN-Kemacetan menahun di depan Candi Prambanan yang terletak di kawasan DIY-Jawa Tengah memunculkan usulan pembuatan flyover atau jembatan latang di daerah tersebut.
Penjaga di Pos Pelayanan (Posyan) Prambanan, Ipda Sukimin menyampaikan kemacetan terjadi karena kendaraan dari arah timur (Solo) yang berada di pertigaan pintu masuk Candi Prambanan, antre untuk memasuki pintu gerbang candi.
"Antreannya sampai menghalangi kendaraan dari arah barat yang akan menuju ke Solo. Akibatnya macet sampai sekarang," kata Ipda Sukimin, Minggu (19/7/2015) siang.
Karena sumber kemacetan berada di wilayah Jawa Tengah, pihaknya bersama personil dari Sleman lainnya tak mampu berkutik. Ia hanya mampu membantu mengatur laju kendaraan di pertigaan Prambanan, baik dari arah barat maupun selatan.
Menurutnya, kemacetan di Prambanan seperti itu selalu menjadi pemandangan setiap tahun. Mengingat Candi Prambanan berada di kawasan perbatasan Jogja dan Jawa Tengah, ia berkeinginan agar pemerintah pusat membuatkan flyover atau jalan layang di kawasan depan Candi Prambanan.
"Flyovernya untuk kendaraan dari arah Jogja ke Solo saja. Sementara dari arah Solo yang mau belok kanan masuk ke candi bisa tetap lewat bawah," kata Ipda Sukimin yang menjabat sebagai Kanit Binmas Polsek Prambanan itu.
Kemacetan hanya terjadi di jalur Prambanan-Klaten. Sedangkan jalur sebaliknya lancar. Sampai saat ini untuk jalur ini, pihak kepolisian belum melakukan rekayasa lalu lintas. Pengalihan arus menuju ke jalan Prambanan-Piyungan belum dilakukan. Rekayasa ini rencananya hanya dilakukan jika arus kendaraan dari arah Solo masuk ke Jogja terjadi peningkatan volume yang mengakibatkan kemacetan.
"Sampai sekarang rekayasa belum kami lakukan karena masih lancar," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.