Dana Transfer ke Daerah Anjlok, Saatnya BPD Unjuk Peran
Peran strategis BPD terus didorong untuk menopang perekonomian daerah, terlebih dengan meningkatnya tekanan fiskal dan serta menurunnya dana transfer ke daerah.
Pilkada Bantul diikuti salah satunya oleh incumbent, dan dukungan untuknya bertambah dari Partai Golkar
Harianjogja.com, BANTUL-Kendati selama ini gencar melancarkan kritik terhadap pasangan calon (paslon) Sri Surya Widati-Misbakhul Munir, pihak Partai Golkar kini memastikan dukungan mereka terhadap pasangan calon (paslon) incumbent itu.
Akibatnya, tak sedikit masyarakat konstituen yang menganggap sikap partai berlambang pohon beringin itu terbilang tak konsisten.
Menyikapi hal itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPC) Partai Golkar Agus Subagyo membantah jika partainya tak konsisten. Selain hal itu merupakan wujud dinamika politik, kembalinya Golkar untuk mendukung paslon yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) adalah bukan hal baru.
Seperti diketahui, di periode sebelumnya, kursi Bupati dan Wakil Bupati Bantul yang diiisi oleh pasangan Sri Surya Widati dan Soemarno sejatinya merupakan paslon yang juga diusung oleh Golkar. Itulah sebabnya, Agus menegaskan, kebersamaan dengan PDIP bukan hal baru lagi.
“Kami tidak perlu kesulitan menyamakan visi. Kebersamaan ini sudah bukan hal yang baru,” katanya saat ditemui sebelum acara Deklarasi Dukungan Partai Golkar terhadap Paslon Sri Surya Widati-Misbakhul Munir di Gandung Pardiman Centre (GPC), Senin (3/8/2015) siang.
Dengan begitu, ia merasa tak perlu khawatir dengan mutlaknya dukungan dari seluruh konstituen. Menurutnya, keputusan melabuhkan dukungan ke paslon Sri Surya Widati-Misbakhul Munir sudah menjadi keputusan bersama secara struktural partai mulai dari DPC hingga Pengurus Kecamatan (PK).
Selain itu, meski memberikan dukungan, bukan berarti pihaknya menghentikan kritik terhadap kinerja paslon yang diusungnya. Ia berjanji, jika paslon yang didukungnya nanti menang, pihaknya tetap akan mengawasi dan mengajukan kritik jika memang langkah paslon yang didukungnya itu tak sesuai aturan yang berlaku.
“Saya yakin, Golkar tetap pada posisi yang sama. Kami tetap akan melakukan kritik yang inovatif,” tegasnya.
Ditegaskan pula oleh DPD Partai Golkar DIY Gandung Pardiman, keputusannya memberikan restu DPD Partai Golkar Bantul untuk mendukung paslon incumbent bukan tanpa alasan. Tuduhan mahar yang disangkakan kepada pihaknya, ia bantah.
“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk ikut membangun Bantul. Kalau soal mahar, jangan arahkan ke kami, tapi arahkan ke partai yang sudah jelas tak komitmen dengan sikap politiknya,” tegasnya.
Sementara Ketua DPC PDIP Bantul Aryunardi mengucapkan terima kasih terhadap dukungan dari seluruh anasir Partai Golkar. Dengan dukungan Partai Golkar yang merupakan salah satu partai dengan pondasi yang kuat, ia yakin paslon yang diusungnya bersama Partai Nasional Demokrat (Nasdem) bisa memenangkan Pilkada.
“Yang terpenting adalah paslon kami bisa membawa Bantul ke arah projo tamansari yang agamis dan demokratis,” tegasnya.
Terpisah, Sri Surya Widati sendiri mengakui, selama lima tahun memimpin Bantul, ia mengaku nyaman atas dukungan dari wakilnya saat itu, Soemarno. Menurutnya, selain partner sekaligus rekan kerja yang baik, Soemarno adalah kawan yang tepat baginya untuk bekerja membangun Bantul.
“Saya sempat sedih ketika saat itu harus berpisah dengan Partai Golkar. Tapi hari ini saya senang bisa kembali bekerja sama dengan Partai Golkar,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran alkes TB 2027 menjadi sorotan DPR. Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut penanganan TB diperkuat lewat dana hibah.
KPK mengungkap dugaan struktur bayangan di ATR/BPN dalam kasus suap HGB Summarecon yang menyeret delapan tersangka.
Koalisi buruh menyoroti draf RUU Pelindungan Ketenagakerjaan terkait upah, pekerja kontrak, outsourcing, dan pemagangan.
BEI kembali menerapkan short selling secara bertahap dan memperkirakan transaksi ini berpotensi menambah likuiditas pasar hingga 17 persen.
Sebanyak 215.845 warga Bantul sudah mengaktifkan IKD. Disdukcapil memperluas jemput bola hingga kalurahan untuk mengejar target 30%.